Tuesday, December 29, 2009

Bodoh

Dasar jejaring sosial sialan.
Termakan emosi sesaat,dan terjadilah.
Aduh malu.

Mengutuki twitter yang tidak bisa menghapus posting usernya.argh!

Tuesday, December 15, 2009

Just get well soon,please..

Cepat sembuh dong,kamu..
Please please please..
Ga tahan ngeliatnya kamu begitu,ngerasa ga bisa bantuin apa2,sedih..
Maap ya ga bisa nurunin panas badan kamu..
Maap ga bisa ngilangin mual kamu..
Maap ga bisa bikin bubur jadi makanan yang enak..
Maap ga bisa ngasih contekan STK dengan jawaban yang benar..
Aku ga bisa ngapa2in nyot..
Maap ya..
:(

Saturday, December 12, 2009

He says...

Katanya saya keras kepala.

Keras kepala.

Benar ya?

Kalaupun benar,apa itu salah?

Sunday, November 29, 2009

something weird

I miss my home.

I miss my mom.

I even miss my dad.


Kinda weird.

Saturday, November 14, 2009

rasional

Baru 5 menit mungkin kita berpisah.

And i've started to miss u.

Itu yang namanya rasional?

Tuesday, November 3, 2009

Memang harus mulai dari diri sendiri kan?

Hei kamu!
ternyata saya merasa kalau masalah masa lalu ini sudah mulai masuk dalam taraf mengganggu pikiran..
jadi saat saya nanti berusaha mengajakmu, juga mengajak diri saya sendiri, untuk jujur tentang mereka, untuk menerima mereka tanpa suatu ketakutan apapun lagi..
tolong bantu saya.
bekerjasamalah dengan saya.

Terima kasih ya, kamu..

Sunday, November 1, 2009

Why don't we just try to be honest with that?

Kita berdua adalah manusia yang sama-sama dihantui masa lalu.
Seakan mereka terlalu hitam untuk kembali terungkap.
Atau terlalu putih?
Yang mungkin akan menyilaukan kembali hati kita saat bersua kembali dengan mereka?

Terlalu sakitkah mereka untuk sekedar kembali diucapkan?
Atau justru terlalu indah?
Untuk menjadi tabu bagi kita mengungkitnya kembali.

Baikkah ini?

Sunday, October 25, 2009

iya. baiklah. saya yang anak kecil

susah sekali mengerti kamu.
saya merasa seperti anak kecil, yang sangat suka bermain, tapi dilarang.
supaya bisa mengerti kamu.

Friday, October 2, 2009

Mau jadi apa kau anak muda?

Wah. Saya baru melakukan perbincangan menarik dengan pacar saya. Membicarakan masalah masa depan.
Jangan berpikir kami mendiskusikan soal kapan akan menikah dan punya berapa anak nantinya. Hahaha. Hell no. Kami membicarakan masa depan masing-masing kok.

Obrolan dengannya membuat saya tersadar.
Saya sama sekali tidak tahu akan jadi apa nantinya. Tidak punya bayangan sama sekali bahkan.

Bukannya bermaksud membanding-bandingkan, tapi nyatanya memang masa depan saya kok rasanya masih sangat-sangat buram cenderung gelap gulita kalau dibandingkan dengannya. Paling tidak, pacar saya itu sudah memiliki bayangan apa yang akan dilakukannya nanti. Dan menurut saya, bayangan itu sudah sangat membantu dan mempermudah kehidupannya.

Bukannya bermaksud iri, tapi saya sirik padanya. Pada bayangan masa depannya itu. Hahaha. Apa pula bedanya iri dan sirik disini..


Saya cuma ingin menemukan sesuatu yang menarik dalam hidup saya kok, dan berkubang di dalamnya seumur hidup. Syukur-syukur sesuatu yang menarik itu dapat menghidupi saya seumur hidup. Menjadi pekerjaan saya. Menjadi kecintaan saya.
Datanglah padaku sayang..

Saturday, September 19, 2009

Asisten emak

Sehari menjelang lebaran.Emak mulai sibuk di dapur memasak berbagai macam aneka makanan hari raya.Saat saya ke dapur hari itu,emak sedang menggoreng kerupuk udang.
Hmmm..Tampaknya mudah.Tinggal ambil sedikit demi sedikit kerupuk mentahnya,masukkan wajan penuh minyak panas,tunggu sambil digoyang2 sebentar,angkat,tiriskan,ulang dari awal.Tidak tampak ada yang susah kan?

Dengan inisiatif tinggi saya menghampiri emak.
Saya : mak,sini aku aja yang goreng ya?
Emak : ah jangan,entar gosong.
Saya : ah enggak,asal jangan kelamaan gorengnya kan?
Emak : udah kamu cemplung2in aja itu yang mentah ke wajan,yang goreng biar emak.

Maka saya berakhir hanya menjadi asisten emak dalam menggoreng kerupuk.Tugas saya : memasukkan kerupuk mentah ke wajan. Selanjutnya diurus emak.
Hmmm..
Umur sudah nyaris 20 tahun,dan saya masih belum dipercaya untuk menggoreng kerupuk sendiri..

Sunday, September 6, 2009

It's just feels so good for me

Karena memang rasanya terlalu menyenangkan,

dan terlalu berharga di setiap detiknya.

It's true, it's real.

It's you, it's me, it's us being together.

It feels so damn good.

:)

Sunday, August 23, 2009

STRIKE!!

Bodohnya saya.
Beberapa hari ke belakang ini saya dengan cueknya hanya menjadi pendengar pasif terhadap berita mahasiswa Geologi angkatan 2007 yang meninggal karena hanyut terseret ombak di Pangandaran itu.
Pendengar pasif, hanya sekedar tahu informasi dan perkembangannya saja dari sejak berita itu muncul saat ia dikabarkan hanyut sampai hari di saat ia ditemukan meninggal dunia. Saya tak pernah mengajukan pertanyaan siapa dia, seperti apa orangnya, ya saya tak mau tahu saat itu.

Sampai malam ini, saya baru sadar bahwa saya mengenal dia. Yogie namanya. Pertama malam ini saya tahu bahwa ternyata mahasiswa Geologi yang meninggal itu bernama Yogie. Selanjutnya, saya melihat fotonya, dan STRIKE!

Saya kenal dia. Saya kenal Yogie. Dan beberapa hari ini saya membicarakannya seolah-olah saya tidak mengenalnya sama sekali.

Kami mungkin bukan teman baik. Tapi sejak pertama mengenalnya, sampai hari-hari setelahnya yang sempat saya jalani bersamanya, dia adalah orang baik yang sangat menyenangkan. Nice to know you, Yog. Selamat jalan. Baik-baik ya disana..

Betapa kehilangan sangat dekat dengan kita manusia. Sebelum masa kuliah ini dapat dikatakan saya tidak pernah mengalami kehilangan semacam ini. Tak pernah ada kawan saya yang meninggal sebelumnya. Tiba-tiba hanya dalam jangka waktu dekat ini saya sudah banyak merasakan kehilangan kawan untuk selama-lamanya.
Benar-benar merasa terpukul. Benar-benar merasa tersudut mengetahui kenyataan betapa dekatnya kehilangan dengan kehidupan itu sendiri. Mereka berjalan seiring sejalan tanpa bisa dipisahkan.
Dan saya perlu dihantam dengan kehilangan 3 orang kawan saya terlebih dahulu untuk mencerna hal ini lebih dalam, dan untuk menerima dengan ikhlas pada akhirnya..

Sunday, August 9, 2009

Whatthehellisthisidontknow

Urus dirimu sendiri, Os!
Memangnya kamu pikir mudah mengurusi seseorang?

Friday, August 7, 2009

I heart this


Oh i want this pink colored hair..
Exactly like this one!

Kapan Os? Oh kapan??
Fiuh..

Wednesday, August 5, 2009

Dari Punk in Love sampai Silver Queen

Pernah merasakan tertawa dan berbahagia selama sehari penuh?
Dimulai dari saat kau membuka mata, sampai ke penghujung hari saat kau akan terlelap karena mengantuk dan lelah tertawa sepanjang hari..

Rasanya amazing..
Demi apapun rasanya tak tergantikan..

Ya, karena kamu, yang bersamaku menghabiskan hari ini, memang tak tergantikan..

:)

Tuesday, August 4, 2009

Yelllow



Can you feel the love by the color?
Amazing!

Feel the rain..

Sunday, August 2, 2009

2 Agustus 2009



''i'm with you because I decided so, not because you asked me to."

Yep.
Dan semua dimulai dari hari ini.
Ada yang baru dalam hidup saya, dan itu adalah kamu.

It's started from today.
Till the end.

:)

Tuesday, July 28, 2009

Ouch. I Love You. Haha

Barusan teman saya sejak SMA datang berkunjung.
Dengan niat ingin berhutang karena hari ini dia menghabiskan sejumlah uang dengan jumlah yang sangat besar untuk belanja sampai2 tidak tersisa uang sepeserpun untuk menghidupinya sampai minggu depan.
Yah, betapa saya sangat mencintainya, sampai2 saya yang sebenarnya sedang miskin ini tidak bisa menolaknya.
Atau karena saya merasa sangat mungkin untuk mengalami hal yang sama dengannya, jadi saya merasa harus membantunya kalau mau dia besok juga membantu saya sewaktu nasib serupa menghampiri.
Haha

Teman saya memang lucu.
Sumpah.
Dia itu bawel.
Saya jarang loh jatuh cinta dengan teman yang bawel.
Jarang sekali.
Seringkali orang2 seperti itu malah membuat saya bergumam tidak jelas, "Minta disumpel sendal ini orang"
Tapi teman saya sejak SMA yang lucu dan bawel ini berhasil membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Ouch.

Namanya Dinda Aprilia. Farmasi ITB 2007 yang entah NIM-nya berapa.
Dulu dia gendut, dulu dia tomboy.
Sejak kenal dunia farmasi, sekarang dia bohay, sekarang dia feminim.
Nomor HP nya 085743143133
Mungkin ada yang tertarik?
Sumpah dia itu satu dari sedikit orang yang tak pernah bosan untuk saya kenal.
Hahahaha

Dia bahkan dengan suksesnya berhasil membuat saya lupa kalau sebelum dia datang, saya sedang terserang sakit kepala yang cukup parah.
Sakit kepala ini baru terasa lagi setelah dia pergi dari kosan saya.
Betapa canggihnya dia.
Rugi nggak pernah kenal sama dia.
Orang yang membuat saya jatuh cinta itu pasti diberkahi suatu karakter spesial yang nggak dimiliki oleh orang lain, terutama oleh orang yang bisanya cuma membuat saya benci dan ingin melempar sendal ke mukanya.
Yakin.
Kalian harus kenal teman saya yang satu ini.

Monday, July 27, 2009

Sukaaaa Lagi

Baiklah.
Saya memang sedang norak tampaknya.

Pokoknya senaaaaaang...

Empuk2...ndud2...toing2...

Saturday, July 18, 2009

Saya hobi kejedot, sementara Si Bos paranoid

Ceritanya saya sedang sakit. Dimulai sejak hari Selasa yang lalu, dimana saya mulai merasa badan saya panas melebihi panasnya orang normal. Cuek, hari itu saya masih beraktifitas seperti biasa. Siangnya, saya, Mami, dan Ramdit keliling Bandung naik motor untuk kembali mencari rumah kontrakan. Siang itu kami mengunjungi satu rumah kontrakan di daerah Dago Pojok. Begitu sampai ke rumah yang dimaksud, kami bertiga disambut seorang wanita yang menginformasikan bahwa si empunya rumah sedang di lantai atas. Dari sinilah tragedi dimulai.

Dasarnya saya gampang pusing, badan panas sedikit saja akan langsung berimbas langsung ke kepala saya, dimana saya akan mulai merasa dunia berputar, badan lemas, lalu tidak dapat berkonsentrasi saat berjalan. Merasa masih dalam taraf baik-baik saja, saya pun melangkah menuju tangga untuk ke atas menemui si empunya kosan. Melangkah dengan pede, berusaha tidak memikirkan pusing dan panasnya badan saya. Dan tiba-tiba, di tengah-tengah tangga, saya yang tidak fokus gagal melihat sebuah tembok persis di depan saya. Dan... yang terjadi selanjutnya adalah, saya kejedot dengan suksesnya. Bukan pertama kalinya memang saya kejedot, tapi seingat saya, ini salah satu yang terkeras yang pernah saya alami.

Benar-benar keras, benar-benar sakit, dan membuat saya benar-benar menangis deras sampai sesenggukan saking sakitnya. Sialun.

Setelah tragedi itu, suhu badan saya berangsur-angsur semakin tinggi sampai taraf yang menurut teman-teman saya mengkhawatirkan. Malam harinya tidur saja bahkan saya tidak nyenyak. Berulang kali terbangun, sampai ngelindur memanggil emak saya. Dasar anak durhaka memang. Kalau sakit saja baru ingat emak. Akhirnya, setelah melalui perjuangan yang berat melewati malam yang sangat menyiksa itu, selamatlah saya membuka mata di hari Rabu pagi.

Rabu siang saya akhirnya berangkat ke dokter dengan niat mulia ingin cepat sembuh dengan diantar asisten pribadi saya (Hohohoooo). Setelah diperiksa panas badan saya memang sangat tinggi dan leukosit saya turun. Dokter menyarankan untuk istirahat total dan melihat kondisi 2 atau 3 hari lagi, dimana kalau masih panas saya harus kembali cek ke dokter.

Jadilah hari Jumat panas saya sudah turun, menyisakan rasa mual dan pusing kalau berjalan jauh saja. Namun setelah berdiskusi dengan asisten pribadi saya tersayang itu, akhirnya diputuskan Sabtu pagi saya akan kembali mengunjungi dokter dengannya untuk mengecek keadaan saya. Oke.

Tiba-tiba Jumat sore itu Si Bos menelepon.
Bos : "Gimana rumah kontrakannya udah dapet?"
Saya : "Belum Pa, temen-temenku masih nyari, belum dapet yang pas"
Bos : "Loh? Kok temen-temenmu? Kamu juga ikut nyari lah"
Saya : "Aku sakit Pa, suruh istirahat sama Dokter. Kemarin badanku panas"
Bos : "Heh?? Panas?? Berapa kemarin panasnya?? Kapan kamu ke dokter?? Ada termometer nggak kamu di kos?? Cepetan dicek lagi sekarang udah turun belum itu!"
Saya : (Shock) "Kemarin Rabu ke dokternya. Udah turun kok sekarang panasnya, tinggal mual sama lemes aja"
Bos : "Jangan nyepelein itu kamu! Kapan ke dokter lagi?? CEk dokter lagi! Kalau FLU BABI gimana coba!! Nanti malam Papa ke Bandung! Besok kita ke dokter! Jangan banyak gerak kamu. Diem aja di kasur!"
Saya : (Super Shock)

Setelah periksa ke dokter untuk kedua kalinya di hari Sabtu ini dengan Si Bos yang baru saja sampai di Bandung, ternyata dokter tidak menyinggung sama sekali kalau saya ada kemungkinan terkena flu babi. Cuma sekedar gejala tifes.
Baiklah. Si Bos saya itu memang paranoid.

Bom Bom Bom

Demi apapun saya mengutuk pelaku bom di Jakarta kemarin itu karena mengakibatkan MU gagal bertandang ke Indonesia. Saya memang bukan salah seorang yang telah membeli tiket pertandingan hingga merasa perlu menyumpahi pelaku, tapi saya mengutuki dia atau mereka atau siapapun itu atas nama warga negara Indonesia.

Sumpah, kejadian kemarin itu sangat mempermalukan Indonesia.

Kalian pikir Indonesia sudah sebagus itu apa sampai perlu dijelek-jelekkan lagi dengan tragedi pengeboman?

Manusia nggak punya otak dasar emang.

Kenapa kalian pikir nyawa manusia semurah itu sih?

Otak kalian itu yang murah nggak ada harganya. Orang bego.

Friday, July 17, 2009

Sakit memang membuat kita bodoh

Tadi saya berniat posting kisah beberapa hari ini, yang sudah saya tulis panjang lebar, dan saya tekan cancel dengan bodohnya.

Saya menyalahkan sakit yang sedang saya derita beberapa hari ini atas keidiotan ini.

Damn.

Saturday, July 11, 2009

Sukaaaa

Senang.
Hidup itu indah.

Norak mode: ON

Friday, July 10, 2009

Kisah punya raider sipit

Dengan niat mulia ingin menjadi WNI yang baik dengan berpartisipasi dalam Pilpres 2009, saya memutuskan untuk pulang kampung pada tanggal 8 Juli 2009. Itu niat mulia saya yang pertama. Niat mulia saya yang kedua adalah untuk mengurus pembaruan kartu ATM saya yang expired pada bulan Juli tahun 2009 ini. Demi kelangsungan kehidupan keuangan saya ke depannya, semakin mantap saya membeli tiket kereta untuk hari Selasa malam, tanggal 7 Juli 2009. Tiket kereta Lodaya Malam seharga 110 ribu rupiah yang akan berangkat pada pukul 20.00 WIB.

Sebenarnya saya sedang malas berlama-lama di rumah, karenanya saya memutuskan untuk pulang ke rumah Selasa malam dan akan kembali lagi ke Bandung pada Kamis malam, dengan alibi ke si Bos ada kuliah di hari Jumat pagi. Baiklah, itu jawaban si Bos waktu saya mengutarakan alasan kenapa saya hanya akan berada sebentar di rumah. Kelanjutannya adalah saya diomeli karena belum juga membeli tiket kereta padahal itu sudah hari Minggu. Si Bos mengoceh panjang lebar, menyuruh saya untuk segera membeli tiket kereta, karena Si Bos memang adalah seorang Mr. Perfeksionis yang takut saya kehabisa tiket kalau tidak buru-buru membeli. Sumpah, entah kenapa rasanya saya malas sekali pergi ke stasiun untuk membeli tiket ini. Namun tampaknya takdir mendukung Si Bos saya itu sepenuh hati dengan menakdirkan sebuah kejadian tolol menimpa saya pada Senin pagi.

Senin, 6 Juli 2009, jadwal kuliah Hidrografi jam 07.30 pagi. Seperti biasa, saya menunggu jemputan tung2 bersama Jco pagi itu. Sebelumnya, saya sudah meng-sms Jco menanyakan apakah dia sudah bangun? Sms itu dibalas dengan mantap bahwa dia sudah bangun. Oke, saya lalu mandi dan menunggu jemputan Jco untuk berangkat kuliah. Tiba-tiba, sudah jam 07.30, dan jemputan saya belum juga datang. Saya sms lagi si Jco ini, menanyakan keberadaannya. Dijawab lagi dengan mantap, bahwa dia ketiduran lagi saat akan berangkat mandi, ketiduran dengan memegang handuk. Mantap sekali raider saya yang sipit ini memang. Jadilah jam 8 kurang saya dan Jco baru sampai kampus, mendapati pintu kelas sudah ditutup, yang itu berarti sudah tidak boleh ada mahasiswa terlambat yang masuk. Adegan selanjutnya adalah Jco terus menerus meminta maaf atas insiden yang terjadi hari ini karena dia ketiduran lagi. Ah, saya sebenarnya tidak masalah sama sekali. Malahan, karena tidak masuk kuliah ini, akhirnya saya mengajak Jco ke stasiun untuk menemani saya membeli tiket. Yap, akhirnya tiket kereta untuk pulang sudah berada di tangan.

Keesokan harinya, Selasa, 7 Juli 2009, jadwal kuliah Hidrografi lagi untuk jam yang sama pula, 07.30 pagi. Berencana agar jangan sampai insiden raider saya si Jco ketiduran lagi, saya lalu meneleponnya jam setengah 7. Tidak diangkat. Saya pikir, ah masih pagi, nanti saya telepon lagi saja. Lalu saya mandi dan bersiap-siap. Selesai mandi, saya sms Jco, dan kembali meneleponnya. Tidak dibalas, tidak diangkat. Nah, saya mulai panik. Sudah jam 07.15. Akhirnya saya meng-sms Kazam, minta tolong dijemput karena Jco tak kunjung bangun. Dibalas olehnya, katanya dia juga mau menjemput Mami, setelah menjemput dan mengantar Mami ke kampus baru dia akan menjemput saya. Wow, itu kan artinya dia harus bolak-balik. Jadilah saya bilang tidak usah saja kalau begitu, daripada dia bolak-balik. Saya pun memutuskan untuk berangkat naik angkot. Dalam perjalanan dari kamar ke gerbang kosan, saya masih berusaha menelepon JCo. Tepat waktu saya mau membuka gembok pagar, telepon saya diangkat! Dengan tenangnya Jco bicara, kenapa os? lagi mandi tadi..ini mau berangkat sekarang ke kosan lo.
Yeah, great. Ternyata raider yang saya cemaskan sepagian ini hanya sedang mandi. Jadilah saya aman berangkat ke kampus dengan tung2 dan Jco.

Malamnya, jadwal saya untuk balik kampung. Jco sudah mengiyakan untuk mengantar saya ke stasiun malam ini. Jadilah sekitar jam 7 lebih saya meng sms Jco untuk segera mengantar saya ke stasiun. Tidak dibalas. Saya telepon. Tidak diangkat. Saya telepon lagi. Tidak diangkat lagi. Saya telepon lagi. Tidak diangkat lagi. Terus kejadian ini berulang. Menjelang jam setengah 8 saya mulai panik. Terpikir untuk minta diantarkan orang lain. Tapi kejadian tadi pagi membuat saya berpikir ulang, rasanya saya percaya sama raider saya itu. Ditambah rasa tidak enak juga sebelumnya saya minta diantarkan oleh Jco, eh tiba-tiba seenaknya minta jemput sama orang lain. Baiklah, saya akhirnya masih terus menelepon Jco.
Sampai klimaksnya, jam 07.45, telepon saya masih belum diangkat. Dengan panik, saya minta diantarkan Meng ke stasiun. Meng pun mengiyakan, maka saya menunggu jemputan Meng di luar. Cukup lama, datanglah Meng dan Mami dengan 2 motor. Langsung saya membonceng Mami dan kami bertiga meluncur ke stasiun. Di perjalanan barulah Jco menelepon dan meng sms saya. Yap, dia ketiduran dan baru bangun. Karena panik akan ketinggalan kereta, telepon dan sms Jco tidak saya hiraukan. Di tengah perjalanan, kami terhambat karena ada kereta lewat. Bertiga kami saling berpandang-pandangan saat saya berucap, "jangan-jangan ini kereta gw?"
Dan benar saja, setelah sampai di stasiun, langsung saya bertanya ke si penjaga gerbang, "Lodaya udah berangkat Pak?". Dijawab dengan bangga oleh si penjaga gerbang, "Oh, udah Mbak, baru saja, kan berangkatnya TEPAT WAKTU"
Yeah, dia benar-benar menekankan kata-kata TEPAT WAKTU itu. Saya hanya tersenyum saja lalu keluar menemui Meng dan Mami. Resmilah saya ketinggalan kereta, untuk pertama kalinya.

Jadilah Selasa malam, 7 Juli 2009, dimana saya harusnya sedang berada di kereta untuk pulang kampung, saya malah bermain dengan teman-teman. Teman-teman yang saya maksud : Mami, Kazam, Jco, Meng, Madox, dan Lendy. Setelah akhirnya bertemu Jco, tak henti-hentinya dia minta maaf sampai membuat saya tak enak hati sendiri. Awalnya jelas saya bete, tapi toh keretanya memang sudah jalan dan tidak mungkin menjemput saya kembali. Lagipula, setengahnya juga adalah kesalahan saya yang tidak meminta diantarkan oleh Meng lebih awal. Jadi berkali-kali Jco bilang maaf, berkali-kali pula saya bilang gapapa. Jco bilang,"mending lo marah Os, lebih ga enak jadinya kalo lo ga marah". Nah kan, saya jadi semakin bingung. Karena saya emang tidak marah, saya biasa saja sumpah. Yang paling saya takutkan cuma omelan Si Bos. Dan setelah omelan itu saya dapatkan malam itu juga, ya saya merasa semua baik-baik saja. Jadilah Si Bos menyuruh saya untuk pulang besok pagi dengan kereta Lodaya Pagi yang berangkat jam 8 pagi. Baiklah. Ketinggalan kereta memang tidak seburuk itu sampai saya merasa harus marah kok.

Kami lalu berncana untuk menonton Ice Age, yang ternyata setelah kami datangi XXI Ciwalk langsung, ternyata tidak ada jadwal midnite-nya. Bingung harus pergi kemana, kami nongkrong lama di parkiran motor, berpikir akan pergi kemana untuk menghabiskan sisa malam itu. Akhirnya, Lendy mengusulkan sebuah tempat di daerah atas untuk melihat city light Bandung. Hooo? Daerah atas? Sekedar informasi, malam itu saya berpakaian untuk menyiapkan diri kepanasan di atas kereta, karean itu saya memakai celana pendek. Celana benar-benar pendek, yang kalau Meng bilang, "Paha lo ngeliatin gw Os, bukan gw ngeliatin paha lo".
Resmilah saya saltum malam itu. Sepanjang perjalanan dinginnya minta ampuuuuuuun. Berusaha menghangatkan diri dengan terus bernyanyi bersama Kazam di atas shiro yang sedang berjuang keras melewati medan menanjak di sepanjang perjalanan. Eh serius loh, menyanyi memang bisa menghangatkan diri! Dan setelah menempuh medan yang sangat berat dan sangat dingin, sampailah kami di atas. Pemandangan city light yang SUPEEEEER BAGUS!
Bagusnya paraaaaaaaaaaaaaaaaaaah...
Bersyukurlah saya ketinggalan kereta, kalau imbalannya adalah pemandangan indah seperti ini. Hahahahaa

Sepulangnya, saya dan Jco memutuskan bahwa kami harus tetap bersama menghabiskan sisa malam ini sampai pagi menjelang, karena Jco yang akan mengantarkan saya ke stasiun pagi-pagi, membeli tiket yang semoga belum habis dan langsung pulang. Jco sudah berniat tidak akan tidur malam ini, supaya tidak terulang lagi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Jadilah saya, Jco, Mami, Meng, dan Kazam pulang ke beskem sekitar jam setengah 3 pagi. Sampai di beskem, Mami dan Meng langsung tertidur pulas. Jco yang memang berniat tidak tidur bermain komputer. Saya yang malah jadi merasa tidak enak, berniat menemani Jco untuk tidak tidur. Jadilah kami bertiga, saya, Jco, dan Kazam tidak tidur.

Rabu, 8 Juli 2009. Jam 06.30 saya dan Jco berangkat ke stasiun, sementara Kazam pulang ke kontrakannya. Kembali menempuh perjalanan dengan kedinginan yang amat sangat. Maafkan saya malah membuatmu kedinginan lagi ya Co. Sampai di stasiun, dapat tiket, dan pulang lah saya. Akhirnya...

Jadilah kepulangan saya kali ini hanya meluluskan satu tujuan mulia, yaitu mengurus ATM. Niat saya menjadi WNI yang baik ternyata tidak terpenuhi, karena saya sampai kampung halaman sore hari, dimana TPS sudah tutup jam kerjanya. Sayang sekali. Saya harus menunggu 5 tahun lagi untuk menjadi WNI yang baik.

@Jco : Punya raider sipit kaya kamu emang banyak tantangan dan cobaannya Co! Hahahaha

Sunday, July 5, 2009

It's a Farewell for you, dear friend...

Sabtu malam, 4 Juli 2009, aku dan Mami merayakan Malam Minggu Kelabu kami di ciwalk. Sabtu itu adalah hari berduka, dan kami berencana untuk menghabiskan malam berdua dengan menonton suatu film di XXI, sekedar untuk meringankan pikiran yang seharian itu seperti mati enggan hidup pun tak mau. Sabtu sore itu kami bersepakat, ada yang aneh dengan hari ini. Hari ini telah membuat otak kami seakan tidak bisa bekerja dengan sempurna, katakanlah ada dua orang linglung saat itu. Setelah mengalami hari yang rasanya panjang dimana kami kehilangan seorang teman untuk selama-lamanya, rasanya kami benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi, mau bersedih rasanya lelah, sementara mau bersenang-senang rasanya tidak etis untuk dilakukan di suatu hari duka seperti itu.

Yah, dan memang benar seharusnya kami tidak bersenang-senang, karena tiket nonton film komedi yang kami ingin tonton malam itu ternyata sold out. Masih dengan linglung kami keluar dari bioskop, dan tak tahu akan melakukan apa.

Jadilah, kami mengikuti kemana kaki berjalan di seputaran Ciwalk. Pertama kami memutuskan untuk makan. Tak bernafsu untuk makan apapun, jadilah kami sembarang memilih tempat untuk makan. Asal bisa menjadi tempat kami bercengkrama menghabiskan waktu rasanya sudah cukup. Terpilih lah Cafe Oh Lala, dimana aku akan puas minum kopi, satu hal yang rasanya hari ini sangat kubutuhkan. Yeah, rasanya lama-lama aku semakin mencandui kafein, sial. Kami makan, kami mengobrol.

Mami banyak bercerita malam itu. Segala sesuatu hal yang berhubungan dengan teman kami yang pergi hari ini. Mami berbicara tentang kebaikan hati yang pernah didapatnya dari almarhum, berbicara tentang kedekatan mereka dahulu, berbicara tentang perubahan yang cukup menjauhkan mereka setelahnya. Aku sekedar bertindak sebagai seorang pendengar yang baik dalam bagian ini, sambil berusaha mengenang teman kami itu dalam memory ingatanku. Ia yang terbuka atas hidupnya, ia yang tak pernah ragu untuk berbagi dan bercerita panjang lebar tanpa malu-malu tentang hari-hari yang dijalaninya padaku.
Maka perbincangan antara aku dan Mami tentangnya terus berlanjut, kami mengenangnya, dan kami melepaskannya malam itu. Setiap kata dari mulut kami tentang almarhum malam itu merupakan sebentuk farewell dari kami berdua untuknya. Ia yang pernah ada di hidup kami, dengan segala ciri khasnya.

Selesai makan kami kembali berjalan, lalu duduk di salah satu bangku taman depan Embassy, merokok untuk menghangatkan diri, dalam keadaan terdiam satu sama lain. Well, tidak persis terdiam juga sebenarnya. Mami menelpon salah seorang temannya saat itu, mencurahkan isi hatinya yang kacau balau pada hari itu dan bercerita ngalor ngidul. Otomatis, karena kami cuma berdua, aku terbengong-bengong sendirian. Pikiran melayang entah kemana, rasanya kosong. Benar-benar kosong. Melihat logo Embassy di depan mata dan memperhatikan banyak orang di sekeliling kami yang tampaknya sedang menunggu untuk masuk ke Embassy, aku ingat pengalaman pertamaku di tempat seperti itu. Pengalaman yang sangat menarik, dimana aku melakukan apa yang selama ini menjadi sumber kesenanganku pada malam itu. Aku berterima kasih sekali atas malam pertama itu. Karena siapa hal malam itu bisa terwujud? Karena Gustfy. Dia mengajakku dan teman-teman, bukan untuk yang pertama kalinya, tapi malam itu pertama kalinya aku mengiyakan ajakannya. Dan aku menikmati malam itu. Aku berterima kasih atas malam itu, maka aku berterima kasih kepadamu Gust..

Akhirnya malam itu aku dan Mami sepakat untuk menjadikannya sebuah malam Farewell untuknya yang telah pergi, untuk Gustfy yang pernah ada di hari-hari kami. Selamat jalan. Malam itu kami mendoakanmu, dan malam itu kami melepas kepergianmu dengan doa terbaik yang bisa kami lakukan, semoga kamu mendapatkan yang terbaik pula..

Thursday, July 2, 2009

Teori Totalitas

Totalitas itu rasanya memang diperlukan dalam setiap hal yang kita lakukan, bukan begitu?
Jadi rasanya tidak salah kalau seseorang berkata pergi berarti melangkah menjauh dan jangan pernah menoleh ke belakang. Ada benarnya juga seseorang yang percaya bahwa akhir berarti titik dimana jembatan untuk kembali ke belakang sudah tak dapat lagi kau tapaki, dan itu berarti majulah ke depanmu, ke awal yang akan tercipta untukmu.

Tak ada yang salah memang dengan teori itu.
Maka jadilah masa lalu adalah sebuah masa di belakang punggungmu yang baiknya tetap ada di belakang sementara kakimu berjalan maju.

Di atas teori totalitas, move on berarti masa depan, bukan masa lalu.

You said move on,
I think that's just what i'm doing right now..
Where do i go?
Well, i guess i started to find a place to go..

Wednesday, June 24, 2009

mau, tapi takut

sumpah ini rasanya adalah kalimat terbodoh yang pernah keluar dari mulutku..

Monday, June 22, 2009

Sesuatu yang salah itu ternyata adalah

Setelah berpikir lebih dalam lagi tentang sesuatu yang rasanya salah itu, akhirnya saya menemukan setitik pencerahan. Klimaks dalam munculnya pencerahan ini adalah saat tadi malam saya pergi jalan-jalan dengan Mami. Semalam kami sedang makan di Gokana Teppan, saat tiba-tiba tanpa saya rencanakan sama sekali saya mulai bicara, "Rasanya ada yang salah sama *****". Yap, ***** ini adalah sesuatu yang saya inginkan yang telah saya sebutkan sebelumnya. Dari pernyataan itu mulailah mengalir perbincangan seru kami mengenai sesuatu yang saya inginkan tapi rasanya ada yang salah itu.
Dan, setelah bertukar pikiran dengan pihak ketiga yang pastinya lebih bisa berpikir objektif dari saya, sebuah kesimpulan datang. Saya tidak bisa percaya pada sesuatu yang saya inginkan itu. Saya tidak bilang yang saya mau adalah sesuatu yang suka berbohong, tidak, ia tidak suka berbohong. Hanya saja, saya memang tidak bisa mempercayainya sepenuh hati saya.
Sebelumnya, saya pernah begitu percaya pada sesuatu. Semalam bahkan saya utarakan kepada Mami, "Gw berani bilang kalo gw percaya sama dia sampe mati, sumpah". Yah, statement yang mungkin berlebihan, tapi kenyataannya memang begitu. Dan rasa percaya saya yang ekstrimis itu tidak pernah terkecewakan sedikitpun, dimana itu berarti saya mempercayai hal yang tepat kan? Saya tahu persis rasanya percaya terhadap sesuatu, maka berlaku pula sebaliknya, saya tahu persis rasanya tidak bisa mempercayai sesuatu.
Dan itulah yang saya rasakan, sesuatu yang salah yang dari kemarin berusaha saya definisikan. Saya tidak merasa bisa mempercayainya sepenuh hati. Sebaiknya kita tidak menginginkan sesuatu yang tidak kita percayai kan? Bahkan rasanya secara alamiah pun kita tidak akan menginginkannya... Lalu kenapa saya tetap menginginkannya? Bodoh atau kelewatan penasaran?

Monday, June 15, 2009

Salah Salah Salah...

Rasanya ada yang salah. Pernah tahu rasanya menginginkan sesuatu, sekaligus merasakan ada sesuatu yang salah dengan yang kau inginkan itu? Sesuatu itu berbeda, dimana perbedaan ini biasanya menjadi hal yang akan diasumsikan sebagai definisi menarik. Namun tetap saja, ada yang salah. Gunakan perasaan atau akal sehat untuk menganalisis hal seperti ini?
Atau berdiskusi saja dengan setan?

Saturday, June 13, 2009

Kata hati, ingin pergi jauh..

Tiba-tiba bete tanpa sebab musabab yang jelas. Dimulai dengan nggak konsen sewaktu membaca novel, padahal novelnya bagus, berlanjut ke mulai merasa bosan, mulai ingin pergi ke suatu tempat, mulai ingin lari dari kehidupan yang sekarang membuatku bosan ini, dan ingin berada di lingkungan baru, udara baru, karakter-karakter baru, dan berujung pada.... Jogja!
Yeah, again, enath sekarang ada siapa disana, rasanya kok aku begitu merindukannya.
Pikiran spontan seperti ini memang bukan pertama kalinya muncul. Sayangnya, entah kenapa pikiran spontan ini muncul pada hari Sabtu sore, dengan keadaan menjelang hari Senin yang berarti sudah harus kuliah Hidrografi I jam setengah 8 pagi.
Pilihan yang saya punya :
Menuruti kata hati, berangkat malam ini, sampai Jogja Minggu pagi, dan harus kembali ke Bandung Minggu malam, dimana itu berarti hanya menghabiskan sangat sedikit waktu disana, kurang dari 24 jam. Sound useless.
Menolak kata hati, terus saja berkubang dalam kebosanan disini. Kebosanan untuk tidak ingin melakukan apa-apa karena apa yang mau dilakukan terbentur waktu yang amat mepet, lalu menanti dengan sabar tibanya hari Senin.

Sayang sekali, tampaknya kata hati memang tak selalu bisa dituruti.

Tuesday, June 9, 2009

Yang lahir dari sebuah perbincangan di tengah malam

Ternyata semuanya memang hanya sekedar masalah sudut pandang. Semua hal yang kita percaya, yang kita yakini dengan sepenuh hati, dan yang kita berusaha untuk cerminkan dalam setiap sikap juga tindakan yang kita ambil dalam hidup ini, semuanya hanyalah masalah sudut pandang.
Ada sesuatu yang sangat didewakan oleh sebelah pihak karena alasan-alasan yang mereka percaya dan tanam dalam hati masing-masing, ternyata hanya menjadi seonggok sampah bagi sebelah pihak lain yang menolak untuk mempercayai apalagi menanamnya dalam hati masing-masing. Kenapa bisa begitu? Hanya karena mereka melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Maka dari sebuah sudut pandang, sebuah kepercayaan sakral pun dapat menjadi sesuatu yang amat subjektif.

Hmmmm....

Sekedar mencari sebuah pembenaran atas apa yang dilakukan yang mungkin tak biasa dari mata orang lain, tak bisa diterima oleh beberapa pihak sebagai sebuah hak hidup untuk melakukan apapun yang kita mau, dan ditolak oleh beberapa kepercayaan yang dianut oleh masing-masing pihak.
Jangan pernah merendahkan siapapun atas apapun yang mereka putuskan untuk dilakukan.
Jangan pernah menghakimi, sudut pandang tiap manusia bukanlah hal yang dapat kau lihat dengan hanya mengedipkan mata.

Sunday, June 7, 2009

Kembang Api Kedua


Dari sekian banyak kembang api yang pernah terlintas di depan mataku, entah kenapa dua diantaranya harus kusaksikan bersama denganmu, pada moment yang tak biasa pula.
Dan dari semua kemungkinan jawaban yang terlintas, apa benar kalau kembang api malam minggu kemarin itu sebuah pertanda?
Bahwa awal memang selalu memberi jawaban atas kebuntuan yang mungkin kita temui di tengah perjalanan, seperti dulu pernah kau katakan?
Pertanda bahwa memang mungkin aku tak akan pernah bisa lepas darimu?

Apapun itu, terima kasih untuk dufannya..

Wednesday, June 3, 2009

Terima Kasih!

Hanya ingin mengucapkan sebuah terima kasih yang teramat sangat besarnya kepada Pak Irwan, selaku dosen Hitung Perataan II, dimana dalam mata kuliah 3 sks ini saya membolos sebanyak total 12 kali, dan pernah tersandung kasus tertangkap basah titip absen, dengan nilai UTS asli yang juga hanya 35, ternyata saya mendapatkan nilai akhir B!
Beribu-ribu terima kasih pada Pak Irwan yang begitu pemaaf..
Terima kasih kepada Ranu yang telah mengerjakan tugas perbaikan nilai UTS yang akhirnya meningkatkan nilaiku dari 35 menjadi 70 sementara aku asik pacaran di Jogja waktu itu..
Terima kasih kepada Raksasa yang telah memberikan jawaban tiap baris angka matriks pada soal nomer 3 UAS kemaren yang nggak mungkin aku dapatkan jawabannya karena nggak bermodalkan kalkulator canggih sampai mendapat nilai UAS 83..
Terima kasih terima kasih terima kasih...

Mungkin ini neraka, bukan rumah...

Kembali ke tanah Bandung..
Beberapa jam duduk di kereta ternyata merupakan pengalaman yang cukup mengerikan. Pertama, karena semalam hujan deras, lengkap dengan petir yang nggak pernah berhenti berkedip dan mengancam. Aku ga suka petir, sama sekali, dalam keadaan apapun.
Kedua, ternyata berjam-jam duduk hampir tanpa bersosialisasi itu merupakan sebuah keadaan sempurna yang dapat membawa otakmu ke dunia antah berantah dengan hal-hal yang dapat dikatakan, lebih enak untuk nggak dipikirkan.

Berangkat dengan mood jelek hanya karena masalah sepele dengan papa. Yah, semua selalu merupakan masalah sepele. Dari dulu selalu begitu, entah siapa yang membuatnya menjadi besar. Entah bagaimana caranya semua tampak tak bisa terselesaikan tanpa emosi jiwa.
Suatu kali, dalam salah satu waktu aku berada di kereta, saat aku berusaha memejamkan mata, yang muncul adalah kejadian demi kejadian yang selama ini terjadi dalam sebentuk kecil keluarga yang kumiliki. Berat mengakui, tapi ini memang sebuah keluarga.
Setiap kejadian selama ini seakan menegaskan bahwa aku memang seorang anak yang lahir dari seorang ayah yang tidaklah sempurna. Juga tentu, seorang ibu yang sama tidak sempurna. Dan setelah masing-masing kejadian itu berlalu tanpa penyelesaian yang pantas, rasanya tertumpuk sesuatu yang amat mengganjal di dalam hati, jiwa, pikiran, sampai terbawa ke pola pikir, perilaku, juga mungkin sikap yang aku ambil untuk menjalani hidup ini. Ternyata ada banyak kata yang selama ini tidak pernah berani kuungkapkan, demi membuat semua ocehan yang menyakitkan hati itu cepat berlalu. Aku nggak pernah mendengarkan dengan hatiku, aku tahu dengan belajar dari ibuku, hati bukanlah sesuatu yang pantas untuk diberikan pada ayahku bahkan kalaupun hanya untuk mendengarkan setiap kata yang terlontar dari mulutnya. Maafkan anakmu ini, tapi aku memang tak menghormatimu dalam hal ini. Ayahku bahkan tak pernah belajar untuk mendengarkan orang lain, jadi kenapa harus menuntut untuk didengarkan? Ayahku bahkan tak pernah belajar untuk meminta maaf, jadi kenapa harus ada maaf diantara semua yang salah ini? Ayahku bahkan tak pernah belajar untuk menghormati sesosok keberadaan, jiwa, dan pikiran yang dimiliki oleh orang lain, jadi kenapa harus dihormati?
Jadi cara kerjanya adalah begini. Ada 3 manusia dewasa (terserah kalau mau menyebutku sebagai anak dengan posisi di bawah orang tua, yang jelas kita semua tahu siap atau tidak siap aku harus menjadi dewasa di umurku sekarang) di bawah satu atap. Hidup di satu atap itu jelas tidak mudah, terutama untuk jangka waktu yang tidak bisa ditentukan lamanya. Ada seorang ayah yang selalu merasa paling benar dengan pikirannya yang tak terbantahkan hingga selalu ingin mendominasi. Ada seorang ibu yang sudah terlalu mengenal baik ayah, diam saja terhadap semua yang dilakukan ayah, berusaha membangun hidupnya sendiri tanpa pernah meninggalkan 3 orang dewasa dalam satu atap ini. Kemudian akibatnya ada seorang anak yang seumur hidupnya selalu merasakan konflik kepentingan dari kedua orang dewasa yang lainnya, dengan bimbang menjalani hari demi hari, sampai akhirnya mati rasa dan tak mau ambil pusing.

Kenapa aku menyebut di bawah satu atap untuk mendeskripsikan 3 orang dewasa di atas?
Karena itu bukanlah sebuah rumah. Rumah adalah hal yang kurasakan paling mahal untuk didapati, dan aku tak mau menyebut atap yang menaungiku bersama mereka adalah sebuah rumah. Bukan, itu bukan rumah.

Kenapa aku menyebut 3 orang dewasa, bukannya keluarga?
Karena kalau bisa merubah sebuah definisi menurut hati yang merasakan, itu bukanlah sebuah keluarga. Dimana hatinya? Keluarga pasti memiliki satu hati kan?

Dan kenapa aku tak pernah mau pulang?
Karena pergi kesana memang sama sekali bukan definisi dari pulang. Pulang adalah ke tempat yang menghangatkanmu, tempat yang menghargaimu sebagai seorang individu dengan apa adanya dirimu, membuatmu nyaman sampai kau tak pernah ingin pergi lagi. Definisi itu jelas tak merangkum apa yang terasa saat aku kembali ke bawah atap yang kubicarakan disini.

Tuesday, May 26, 2009

Fix It, huh?

Apa yang mau diperbaiki?
Hanya sekedar ingin mempertahankan rasa yang dulu pernah ada katamu?

Kita baik-baik saja sekarang, bukan begitu?
Lalu kenapa harus mempertahankan rasa itu kalau semua baik-baik saja tanpanya?

Sayang aku bukanlah manusia yang hidup untuk masa depan.
Bukan pula untuk masa lalu yang tak mungkin kembali seindah apapun itu.
Aku hidup untuk masaku sendiri, masaku sekarang.
Saat ini, hari ini.

Sementara kamu ada di masa lalu..juga masa depanku, seandainya aku bisa memilih masa depan..

Namun sayangnya, aku tak hidup untuk kedua masa itu, apapun yang terjadi.
Aku hidup untuk hari ini.
Bahkan kalaupun itu bukanlah sebuah kedewasaan.

Monday, May 25, 2009

Cerita Hari Kemarin

Kepada nona-nona sekalian yang berjam-jam kemarin telah menghabiskan waktunya bersamaku..

Mencari sesuatu yang cocok itu tidak pernah menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Semua tercipta dengan variatif, dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, sehingga menemukan apa yang bisa kalian sebut sebagai pasangan itu tidaklah gampang. Pikiran itu tak tercipta untuk bekerja dengan secara otomatis menerima pikiran-pikiran lain di sekitarnya. Penerimaan adalah sebuah proses. Dan saat akhirnya proses menerima itu selesai dilakukan, ucapkan selamat datang pada jiwa yang tak terpisahkan.

Hari saat kata tak pernah berhenti terucap ini dimulai pada sore harinya, saat kami nongkrong di ngopi doeloe. Ditemani laptop yang digilir oleh kami masing-masing untuk saling berkirim komentar di blog masing-masing, chatting, dan facebook, tawa demi tawa terus bergulir di udara sekitar kami. Satu hal yang aku tahu persis, tak mudah untuk tertawa selepas dan sebahagia kala itu. Kami bahkan menertawakan suatu masalah yang sempat terjadi diantara kami. Yeah, apa lagi yang kurang selain pada akhirnya kamu dapat menertawakan suatu masalah dan merasa menang karena tahu semua sudah terselesaikan?

Itu adalah cerita penghabisan suatu sore.

Malamnya, saat tiba waktunya semua orang memulai mimpi mereka, kami membicarakan Tuhan. Ini adalah sebuah pembicaraan yang selalu membuatku tertarik, karena banyaknya pertanyaan yang bisa kuajukan dalam hal ini. Ini bukan sekedar kepercayaan semata, ini adalah masalah kebenaran. Setuju kan kalo Tuhan adalah sebuah kebenaran? Maka pikiran demi pikiran akan masalah Ketuhanan terlontar begitu saja di sepanjang malam ini. Kami mungkin telah mempercayai suatu Tuhan yang sama, yang sekiranya perdebatan semacam ini tak perlu lagi dilontarkan, apa gunanya?
Entahlah. Berbagi tiap pertanyaan yang ada di otakmu selama ini, walaupun mungkin setelah dilontarkan tak juga muncul jawaban yang memuaskanmu, selalu terasa lebih baik, karena kamu mungkin akan tahu bahwa pikiranmu itu juga adalah pikiran orang lain.

Berangkat dari masalah Ketuhanan, kami mulai membicarakan tentang keluarga. Tiap keluarga memiliki anggotanya masing-masing, cara kerjanya masing-masing, dan cerita masing-masing. Kamu mungkin berpikir keluarga yang menaungimu adalah yang terbaik, atau yang terburuk. Ingatlah ada banyak tipikal keluarga di negara ini, dan semua memiliki kisah tersendiri. Belajar untuk tidak jadi egois, dan belajar untuk menerima semua dengan langkah yang sekiranya paling bijaksana untuk dilakukan. Semua cerita malam itu berujung pada hal tersebut. Sebaik atau seburuk apapun kisah yang dimiliki oleh keluargamu, kamu tetaplah kamu, sebagai seorang individu. Pilihannya adalah untuk menjadi atau untuk tidak menjadi seperti kisah yang telah kau alami.

Itu adalah kisah penghabisan suatu malam, sampai pagi menjelang.

Maka kepada mereka berdua yang ada bersamaku kemarin, terima kasih untuk tiap tawa, pikiran, dan juga kisahnya..

Sunday, May 24, 2009

Here we are...A month after...

Pernah mendapati sepasang mantan kekasih yang belum lama putus ngobrol membicarakan kejadian putus cinta mereka beberapa waktu yang lalu itu?
Membicarakan dengan santai, tanpa ekspektasi apapun, tanpa niatan untuk kembali bersama, hanya ingin bercerita santai saja.
Perbincangan yang rasanya selama ini telah kami lakukan, selama menjadi sepasang kekasih maksudnya. Saat semua interest itu ada, saat kamu tak peduli apa yang terjadi di sekitarmu, karena yang kamu mau hanyalah perbincangan yang terus berjalan. Bahkan, saat yang dibicarakan adalah masalah putus cinta sekalipun.

Jadi semua rasa kembali ke awal, saat semua yang terjadi seakan tak pernah lagi bermakna. Seakan ada sesuatu berucap, memang ada kejadian apa ya? Semua baik-baik saja.

Ya, benar, semua memang baik-baik saja. Dengan kehidupan kami masing-masing, semua berjalan normal.
Apalagi yang lebih baik?
Mungkin putus cinta memang tak pernah menjadi terlalu buruk.
Bukan begitu, Abyud?

Ini Liburan?

Beberapa hari liburan pertama ini dihabiskan full time bersama Mami, si anak nggak punya kosan yang pekerjaan sehari-harinya adalah transit dari satu kosan ke kosan lain. Mending kalo kegiatannya selama di kosan itu variatif, secara kerjaannya selama di kosan gw adalah mengirit tenaga. Dengan apa? Yaitu dengan meminimalisir semua gerakan tubuh yang tidak perlu. Jadi, pergerakan tubuhnya yang terjauh adalah dari kasur ke leptop. Terus ngenet sampai ngantuk. Dia selalu tidur lebih malam dari gw, tapi bangun lebih pagi, semua untuk internet.
Hahahahahaha
I love you Mi! Terutama untuk tiap obrolan ringan (baca : gosip) sebelum tidur..

Semalam akhirnya gw berangkat ke BEC, untuk menjalankan niat mulia yaitu membenarkan HP Jaychou yang tak mau menyala. Gw tahu kalo HP seumuran N-gage itu emang memiliki tambahan rutinitas yang cukup merepotkan yaitu namanya format ulang. Entah karena kepenuhan memory, karena virus, atau karena memang sudah waktunya. Jadi sampai semalam gw masih bertanya-tanya dalam hati, oh.......kenapa kamu harus rusak waktu berada di tanganku??
Tapi yasudah, yang penting sekarang HP keren ini sudah kembali fungsional seperti sedia kala. Special thanks for Raksasa yang telah menemani dan memilihkan satu dari banyak counter di BEC dengan harga yang paling terjangkau. Tanpa lo mungkin gw sudah termakan mentah-mentah oleh tipu daya counter kejam tadi malam...

Jadi mulailah masa liburan kali ini. Dengan keadaan nilai belum keluar, entah IP berapa akan ada di tangan untuk semester ini. Semoga cukup baik untuk sekedar menyelamatkan muka dari pandangan meremehkan Si Bos. Amin.

Monday, May 18, 2009

UAS is coming... Tapi kok hujan..

Bukan berniat selalu melihat ke belakang, tapi kok rasanya selama satu semester ini banyak yang harus dilihat lagi semua yang udah terlewati itu. Ketakutan-ketakutan akan akibat dari semua yang lalu dan notabene nggak bisa diubah lagi itu baru muncul sekarang. Kalo gw bisa melewati semester ini cukup dengan "nggak jelek-jelek amat", rasanya bersyukur sudah wajib menjadi hal yang harus dilaksanakan. Benar-benar memang penyesalan selalu muncul di akhir.

Sekarang gw sedang mereview ulang materi IUT untuk ujian besok. Yang bisa gw lakukan sampai saat ini memang baru sekedar mereview, karena terbatasnya bahan yang gw miliki. Soal-soal, dimanakah kau berada? Lagi-lagi, menyesal karena kelupaan fotokopi bahan ujian dan soal-soalnya. Yah, setidaknya seharusnya besok gw bisa menjawab satu soal tentang materi UTS yang lalu lah.

Hujan redalah... Desperately need to go to KP! Seperti kata Meng, sadar kalo nggak mengerti tentang sesuatu bareng-bareng itu jauh lebih baik daripada harus nggak mengerti tentang sesuatu sendirian.
Apalagi kalo bareng-bareng dan mengerti, jelas itu jauh lebih baik lagi...

Saturday, May 16, 2009

14 Mei 2009, Abyud 24 tahun

Selamat ulang tahun, untukmu, sang jiwa muda yang menyenangkan.

Semalaman mengerjakan laporan di kosan Barnes, dengan suksesnya melupakan hari ini kamu berulang tahun. Baru bisa tidur sekitar jam 4 pagi, terbangun jam setengah 7, dan aku tahu aku ingat. Tepat saat aku membuka mata.
Katakanlah ulang tahunmu sudah bukan lagi menjadi urusanku. Katakanlah kamu tak pernah mau tahu lagi apa aku ingat dan mendoakanmu pada hari ini.
Nyatanya untuk hari ini saja, aku ingin berada disana. Aku ingin datang, menemanimu dengan lilin yang siap menampung permohonanmu. Sekian lama tradisi ini ada diantara kita, ternyata sekarang aku masih mau ada di lingkaran itu.
Untuk jiwa muda yang tak pernah mati, semoga ia akan terus ada dan hidup dalam badan yang juga tak pernah mati, pada dirimu yang kuingin hidup 1000 tahun. Tertawakan dunia dengan jiwamu yang kekal itu, ketahuilah bahwa tawa yang membawa perangai dan tiap gestur darimu adalah nyawa yang tak akan mampu dibayar oleh apapun.

Maka selamat menikmati hari ini, abyud yang tak tergantikan. Simpan permohonanmu hari ini dimanapun kamu ingin menyimpannya, jalani dengan tiap inci jiwamu yang akan selalu muda. Semoga panjang umur...

....Tertulis pada Kamis, 14 Mei 2009, di sela-sela kuliah IUT....

Kerja Rodi

Akhirnya, tadi malam adalah malam pertama gw bisa tidur secara normal di kosan bersama Caca, setelah sebelumnya 2 malam berturut-turut mengerjakan laporan IUT maha dahsyat di kosan Barnes hampir tanpa tidur. Maha dahsyat emang laporan praktikum kali ini. Dipenuhi dengan banyak titik detail yang jumlahnya mencapai ratusan, perhitungan yang ribetnya minta ampun, dan mencapai rekor penciptaan manipulasi yang paling heboh. Kami bahkan mengadakan data yang tidak ada! Benar-benar ekstrim. Semua karena melakukan praktikum tanpa dilandasi teori yang kuat, apalagi paham apa maksudnya, bagaimana mengolahnya nanti, dan lain sebagainya. Jadilah hasil yang kami dapat ternyata ada beberapa data yang belum terambil dari lapangan. Tapi, sekali lagi, karena kami memang kelompok yang juga maha dahsyat, semua bisa terselesaikan. Gw merasa bisa melewati praktikum sedahsyat apapun lagi ke depannya nanti karena bisa menyelesaikan laporan yang satu ini. Sungguh.

Jadi pada hari pertama, yaitu hari Rabu siang, gw, Ramdit dan Barnes mulai mengerjakan laporan dari sore harinya. Berniat menyelesaikan laporan pada hari itu juga, gw dan Ramdit memutuskan untuk menginap di kosan Barnes. Mengerjakan sampai jam setengah 4 pagi, ditemani Meng yang malam itu juga datang. Sadar dengan kenyataan kami harus kuliah IUT jam 7 paginya, kami berusaha memanfaatkan waktu beberapa jam yang tersisa itu untuk tidur. Lumayan, tidur 3 jam. Maka Kamis pagi itu kami sukses sampai ke kampus tanpa telat. Kuliah IUT, lanjut kuliah Hiper. Selesai kuliah siang, tadinya kami berencana untuk melaksanakan satu praktikum IUT terakhir yaitu palnetable yang deadline pengumpulannya juga adalah besok, hari Jumat. Ternyata siang itu hujan mengguyur, jadilah kami memutuskan untuk balik ke kosan Barnes kembali menyelesaikan laporan dan praktikum dilaksanakan keesokan paginya saja, tepat pada hari pengumpulan (what a deadliner!). Langsung ke kosan Barnes, tanpa pulang ke kosan atau melakukan hal lain. Begitu sampai, tidur siang sebentar, dan mulai bekerja lagi saat sore harinya. Diselingi makan fuyunghai dari MCCF yang entah bagaimana bumbunya nyaris seperti selai strobery. Mulai sadar ada beberapa data yang terlewat, sehingga ada beberapa perhitungan yang tidak bisa dilakukan. Mulai manipulasi, putar otak bagaimana menggunakan sistem yang menurut istilah Barnes, bernama sistem backside terbalik, yaitu dari hasil perhitungan yang telah kami ketahui dicari bagaimana proses perhitungannya. Istilahnya, dari output kita bisa mendapatkan input. Hmmmmm....terdengar sederhana namun begitu ribet. Malam harinya mulai memasukkan data dari hasil pengolahan data itu ke program untuk dibuat petanya. Proses yang lagi-lagi memakan waktu sampai jam 4 pagi, dan belum selesai pula. Proses ini sempat diselingi acara pergi ke burjo bareng Barnes dan Yanes, makan indomie rebus dan ngopi. Berusaha santai, tidur saja, masih bisa dikerjakan pagi dan siangnya. Jadilah kami tidur. Bangun jam 9 pagi pada hari Jumat, yang merupakan deadline pengumpulan kedua laporan tersebut, siap-siap praktikum planetable. Berangkat praktikum ke kampus tanpa mandi tanpa makan. Langsung mulai praktikum, yang ternyata memakan waktu cukup lama, melenceng dari bayangan kami sebelumnya. Jadilah, untuk efisiensi waktu karena kami masih harus menyelesaikan laporan yang belum selesai, diputuskan lagi-lagi kami mencari "cara inovatif yang lebih efektif" untuk menyelesaikan praktikum kali ini. Akhirnya, selesai! Langsung kembali ke kosan Barnes, berusaha menyelesaikan laporan yang akhirnya baru selesai malam hari.

Semua dilakukan tanpa makan, perut kembung cuma diisi air seharian. Langsung pulang ke kosan begitu selesai, dan akhirnya makan. Makan pertama dari seharian itu. Paraaaaaaaaaaaah. Ini baru namanya kerja rodi saudara-saudara!

Tuesday, May 12, 2009

Bulet dan Marley

Congrats!
Standing applause untuk Damas si Bulet kesayanganku yang baru saja mendapatkan tiket untuk pergi ke Mesir tahun ini karena kejeniusan otaknya yang berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional! Oke Bulet, dibalik semua kebodohanmu yang sangat2 ekstrim memang otakmu itu terlalu mahal untuk bisa dibeli oleh siapapun ternyata. Selamat yaaaaaaaaa... Marselina project emang keren!

Hari ini, setelah dengan suksesnya hanya masuk 2 jam kuliah dari total 6 jam jadwal kuliah hari ini, akhirnya aku berhasil menyelesaikan novel "Aku dan Marley" yang proses pembacaannya sempat tertunda lama itu. Dan great, this is truly another must read great book!
Buku ini keren banget.... Cerita yang dibawanya tuh menyentuh hati pembaca dengan caranya sendiri. Dari awal cerita kisahnya udah bikin ketawa, caranya menggambarkan karakter "Marley the Dog" bener2 lucu dan membekas. Sampai akhirnya, di bagian akhir cerita, anjing ini harus sakit dan mati, bener2 merubah semua tawa di awal cerita tentang kelucuannya berubah jadi air mata berasa kita bener2 kenal sama anjing itu.
Huh yeah! Nangis beneran nangis di bagian akhir buku ini emang, payah sekali saya,hahahahaha

Jadi, kenapa anjing diharamkan?
Makhluk ini tampak begitu amazing untuk bisa diharamkan...
Sayang sekali..

Malassssss....

Ada yang tahu kenapa seorang mahasiswa bisa sampai malas kuliah dan malas belajar?
Rasanya kok semester ini dipenuhi dengan daftar absen yang kosong di baris nama gw. Itupun kosong dengan tanpa alasan yang jelas, apalagi alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Gw ga ada kesibukan lain, dan gw ga melakukan apa-apa sebenarnya dalam masa-masa gw ga masuk kuliah ini. Lalu apa yang gw dapat?

Tampaknya yang gw dapat adalah masa-masa sulit yang harus dilalui dengan ekstra usaha keras untuk melewati ujian akhir minggu depan, bahkan kalaupun hanya sekedar untuk mendapatkan IP yang ga jelek-jelek amat.

Kelewatan bodohnya.

Sunday, May 10, 2009

Just ESTILO!


Menu makan malam hari ini adalah Sushitei, dan teman makan malam hari ini adalah mami, ocha, reni, ernis, janu, dito, deril, dan riki. Tidak ada kejadian spesial yang terjadi selama prosesi makan malam dengan beberapa orang baru ini. Poin penting yang terjadi malam ini adalah saat tiba waktunya pulang.

Gw, mami, ocha, dan reni pulang diantar deril. Yang gw tahu, deril membawa mobil. Ya iya lah ya, secara mau nganterin 4 cewe masa ya naek motor? Duh.
Singkat kata, kami menyeberang dari parkiran Sushitei menuju ke mobil deril yang diparkir di seberang jalan. Sampai ke seberang jalan, wow! Akhirnya gw melihat mobil yang dibawa deril, yaitu Honda Civic Estilo.

Secara lebih spesifik lagi, itu adalah mobil Honda Civic Estilo berwarna merah, dengan dua pintunya itu, dan dengan suara mesin yang keren. Sip. Semua kriteria mobil impian yang selalu pengen gw miliki ada disitu. Gw ulangi, semuanya! Modelnya, warnanya, Argh! Damn!

Sakit hati rasanya melihat barang yang selama ini hanya sekedar menjadi sebuah impian tiba-tiba ada di depan mata, dan itu milik orang lain.

Gw wajib punya mobil itu di masa depan! Entah mau tahun berapa sampai akhirnya gw punya cukup uang untuk membeli mobil gw sendiri, mobil ini yang akan gw beli. Honda Civic Estilo MERAH!

Serangan mendadak

Sedang membaca novel 'aku dan marley' sambil memeluk caca,boneka beruang paling tampan sepanjang sejarah,dan tiba tiba aku kangen abyud.
Ada sesuatu yang menusuk hati di dalam sini,membuat tercekat,hampir sesak nafas.
Aku kangen pulang,sekedar untuk berada dalam sebuah peluk hangat..

Saturday, May 9, 2009

Doa di bawah hujan

Setelah sempat cemas untuk tampil dengan si rambut baru, ternyata hari ini dimulai dengan tidak begitu buruk. Pro kontra memang selalu ada dimana-mana kan? Termasuk soal penampilan rambut yang, pendapat paling positif yang gw terima, ala Agyness Deyn,hahahahaha
Baiklah baiklah, terima kasih atas komentarnya, baik yang membangun ataupun yang meruntuhkan semangat.. =D

Sekarang jam satu dini hari, dan gw baru sampe kosan setelah kumpul di img untuk (kembali) membahas kronologis. Nggak tahu persis kenapa tadi gw datang, karena setahu gw, udah nggak ada yang perlu gw tahu dari kronologis hari itu. Tapi kenyataannya ada beberapa dari teman gw yang menganggap masih sangat penting untuk membahas kembali kejadian tepat 3 bulan yang lalu itu. Atas nama apapun itu yang menjadi motivasi mereka, entah mencari kebenaran atau demi kelangsungan ke depannya atau mungkin karena untuk menuju ke depannya mereka butuh kebenaran sejelas-jelasnya sebelumnya, alasan apapun itu yang mungkin dimiliki oleh mereka, yang gw tahu gw datang malam ini karena teman-teman gw itu datang, sekaligus untuk mendoakan almarhum.

Pembicaraan tentang kronologis tadi memang cukup panjang, detail, dan berusaha untuk bisa melengkapi semua potongan cerita yang memungkinkan untuk sampai pada tahap kebenaran. Belum terlalu lengkap memang karena ada beberapa pihak yang kami butuhkan keterangannya kebetulan tidak datang malam ini. Well, hal ini akan diperbaiki ke depannya, pada pertemuan berikutnya yang diharapkan dapat melengkapi semua yang belum terjawab malam ini.

Lalu apa yang akan terjadi ke depannya? Setelah semua terjawab?

Gw berharap hal ini memang akan ada korelasinya dengan apa yang akan gw dan teman-teman gw hadapi dan lakukan di masa depan. Gw sendiri bukan orang yang bergantung pada masalah kronologis ini untuk menjalankan masa depan gw dan teman-teman gw ini, sikap apapun yang gw ambil sekarang ya akan tetap gw lakukan sampai besok-besoknya setelah semua masalah kronologis ini tuntas. Sekedar berharap bagi siapapun yang mempermasalahkan kronologis, penyelesaian akan hal ini memang akan membuahkan sesuatu bagi semua pihak ke depannya. Amin.

Moment terpenting yang gw dapet sepanjang malam ini, adalah doa penutup. Tepat 3 bulan setelah kejadian, gw kembali berdoa untuk almarhum. Malam ini rasanya doa yang dibacakan oleh Ranu begitu sederhana, tapi begitu jujur dan mengena.. Doa itu nggak muluk-muluk, nggak terlalu panjang dipenuhi dengan bahasa arab yang entah itu apa artinya, namun jujur keluar dari hati yang terdalam.. Semoga doa di bawah hujan malam ini didengar oleh yang di atas.. doa dari kami untuk saudara yang telah pergi..

Thursday, May 7, 2009

New Hair, again....

Akhirnya, tanpa rencana dan pemikiran panjang gw pergi ke salon langganan. Rencana pertama, hanya akan sekedar menemani meng yang mau potong rambut. Tapi ujung-ujungnya, tertarik juga buat potong rambut ternyata, secara potongan yang sebelumnya walaupun harus diakui adalah potongan rambut paling pas untuk gw, sudah mulai membosankan.
Jadilah sekarang rambut gw cepak !

Wow. Ekstrimis sekali. Gw bahkan cukup shock melihat hasilnya yang sependek ini. Tapi yasudah, gw tetap tampil mempesona seperti biasanya kok. Semoga, hahahahaha

Rambut baru, mood baru, hidup baru, semua baru.

Hidup rambut baruuuuuuu! Hidup rambut pendeeeeeek!

Wednesday, May 6, 2009

Some kind of speechless

Setelah perbincangan panjang lebar tentang meteor jatuh, make a wish, dan segala basa-basinya dengan seseorang..

Tiba-tiba dia mendoakanku..menyatakan make a wish di bawah meteor jatuh malam ini adalah semoga ossy bisa dapet semua yang dipengenin dan senyum terus..
dengan tambahan, wah kalo senyumnya itu permintaan gw pribadi oss ga perlu lu butuhin, jangan ampe ilang tu senyum dari muka lu..

Entah apa pernah ada orang yang berdoa untuk kebahagiaanku, yang jelas, ini berarti banget..
Siapa bilang sederhana nggak menarik?
Hahahaha

Terima kasih...
Terima kasih...
Terima kasih...
Makasih ya raksasaaaaaaaaa...

Make a wish melalui meteor jatuh

Barusan seorang teman memberi info bahwa pada tanggal 6 Mei 2009 sekitar jam 1 sampai jam 2 dini hari bakal ada fenomena alam terjadi, yaitu meteor jatuh. Hmmmmmm.....entah berhubungan atau tidak, yang langsung terpikir adalah bintang jatuh, lalu make a wish. Memangnya meminta permohonan itu bisa dilakukan pada semua benda langit yang jatuh ya? hehehehe

Apapun yang mungkin jatuh dari langit, yang jelas permohonan tak akan pernah berhenti terucap. Namanya juga manusia, tak pernah berhenti berahap, bahkan tidak boleh sampai berhenti berharap bukan?

Bicara mengenai permohonan dan bintang jatuh dalam prosesi make a wish, jelas yang terlintas pertama kali adalah abyud. Humph...beberapa bintang jatuh dan tiup lilin terlewat dengan permohonan yang sama selalu aku minta pada siapapun yang mungkin mendengar. Itu cuma sekedar permohonan sederhana, yang sepanjang saat itu rasanya begitu indah untuk terwujud. Rasanya walaupun sederhana, permohonan itu adalah sesuatu yang besar, sampai-sampai aku tahu tidak akan bisa mewujudkannya kalau cuma dengan usahaku sendiri sebagai manusia tapi juga harus disertai doa , dan keberuntungan. Aku selalu minta buat bisa terus bareng-bareng sama abyud. Klise ya?

Jadilah sekarang, saat ada ribuan meteor jatuh dari langit di luar sana, aku nggak tahu lagi apa yang harus aku minta. Aneh rasanya, secara selama ini aku selalu semangat menghadapi prosesi make a wish ini, dalam bentuk apapun.


ini adalah keyakinan kami. saat yang ada hanya kami dan langit di atas sana.
matahari adalah harapan.
bintang adalah doa-doa.
matahari untuk sesuatu yang berganti, diinginkan atau tak diimpikan.
bintang untuk segala yang kami simpan dalam hati.
maka kala matahari terbenam, bintang terlahir, sampai matahari terbangun lagi.
.....tertulis pada 13 Mei 2007......

Hanya ingin sekedar mengenang saja..

Monday, May 4, 2009

Terpikir lagi...

Praktikum IUT hari ini sangat menakjubkan! Menunjukkan progres yang sangat berarti, setelah melalui pemikiran panjang, ruwet, dan memusingkan saat survey awal hari ini. Tersisa satu sisi lagi yaitu sisi plawid yang belum terpetakan dan selesailah praktikum tachymetri ini, tinggal masalah bagaimana mengolah datanya. Hmmmmmmm..... Pengolahan data ini juga tampaknya masih akan menjadi masalah tersendiri, secara kayaknya nggak ada satupun diantara kita yang tahu persis apa yang harus dihitung dan bagaimana harus menghitungnya. Yasudah, hari ini ya hari ini, besok ya besok. Jadi mari dipikirkan esok hari saja...

Selesai praktikum langsung pergi ke ngopi doeloe sama damas. Menghabiskan waktu dengan duduk di sofa nyaman, minum cappucino, dan bercerita ngalor ngidul. Pada intinya damas, mulai sekarang tersebut sebagai bulet, curhat soal "pacarnya". Pacar dalam tanda kutip, karena memang yang terjalin adalah sebuah hubungan yang aneh. Yah, setelah sesi curhat ini berakhir dengan aku menghakimi "pacarnya" itu adalah pihak yang sangat jahat dan dengan gamblangnya aku menyuruh bulet untuk mengakhiri semuanya, di parkiran motor kami dikejutkan dengan biaya parkir motor sebesar 5000 perak! Huaaaaaaaaaah.... Apa-apaan? Benar-benar pemerasan ini namanya. Tapi apa mau dikata, biaya parkir di Indonesia bukanlah harga yang bisa ditawar. Sebuah harga mati yang harus terbayarkan atas nama keamanan. Keamanan memang bisa jadi semahal itu di dunia yang tidak lagi aman ini...

Di tengah-tengah perbincangan, sempat terlontar pernyataan, rasanya aku nggak merasa kehilangan abyud. Pernyataan itu tadi seakan-akan terlontar begitu saja, tanpa melalui filter pemikiran panjang di dalam otak sebelum sampai ke mulut dan akhirnya terucap. Dan sekarang, setelah semua perbincanagn tadi selesai, pernyataan ini menjadi sebuah pertanyaan. Normal ya rasa tidak kehilangan ini? Abyud itu udah lebih dari seseorang, dia bukan orang lain, sosoknya yang selama dua tahun lebih ini berstatus sebagai pacarku. Seharusnya dia udah menjadi bagian dari hidupku, yang secara teoritis, kalau tiba-tiba hilang aku pasti merasa ada sesuatu yang kurang, merasa kehilangan, dan setingkat lebih tinggi lagi, merasa menginginkannya untuk kembali. Bagaimana bisa aku mengatakan aku tidak kehilangan sosoknya?

Rasanya yang dikatakan abyud sewaktu kami putus memang benar. Abyud bilang, aku cuma sekedar inget abyud sewaktu menganggur. Bukan di saat-saat aku sedang menghabiskan waktu dengan teman-temanku, atau melakukan apapun itu yang sedang kukerjakan disini. Katanya, aku bener-bener inget dia itu kalo udah balik ke kosan, dan nggak ada kerjaan. Hmmmmmm... Pernyataan yang kuakui benar adanya, tapi tetep aja bikin shock. Itu jelas bukan sesuatu yang aku rencanakan, tapi itu adalah hal yang sangat jahat, bukan begitu? Aku sendiri menganggap itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak bertanggungjawab dan normalnya, tidak dilakukan oleh seseorang yang sedang pacaran terhadap pasangannya. Yang jelas, malam itu cuma satu yang ada di pikiranku, bahwa ternyata aku sudah sejahat itu ke abyud. Bukannya nggak mau memperbaiki, tapi aku tahu persis semua itu adalah efek dari keadaan kami yang jarang bertemu. Karena yang aku yakini selama ini, yang akan selalu membuat keadaan lebih baik adalah sewaktu kami bertemu. Dan sekarang, dengan kemungkinan keadaan dimana kami bakal jadi lebih jarang lagi untuk bisa bertemu, masalah ini pasti nggak akan pernah terselesaikan. Ujung-ujungnya? Jelas aku bakal terus menyakiti abyud dengan tingkah laku tidak bertanggung jawab ini. Belum dewasakah aku menghadapi hal macam ini?

Semua rasa ini mungkin telah menjadi hal yang sangat abstrak, tidak terdefinisikan, dan tidak bisa dianalisis. Yang aku tahu, aku selalu merasa bisa menghabiskan sisa hidupku bersama seorang abyud saja. Serius, demi apapun aku tahu aku bisa. Lihat kecocokan kami selama ini. Apa pernah ada masalah fundamental yang terjadi diantara kami selama ini? Tidak ada. Apa pernah ada masalah yang terlalu rumit hingga tidak pernah berhasil kami satukan jalan keluarnya yang terbaik? Tidak pernah. Kami bertengkar, jelas pernah, sekedar karena keadaan yang tidak menguntungkan. Segala yang pernah kami pertengkarkan bukanlah sesuatu yang terlalu penting, bahkan bisa dikatakan seperti itu. Diatas segalanya, abyud sosok pertama yang sangat berarti buatku. Dia yang kuanggap sebagai rumah, dia tempat kemana selama ini aku selalu berlari pulang. Kalaupun misalkan pada akhirnya aku harus menikah (duh,berharap aku bisa menemukan kata lain yang tidak seekstrim ini, tapi ternyata tidak kutemukan) dengan abyud, aku tahu aku bisa bertahan dengannya. Aku tahu dia bisa mengerti aku, dan aku tahu dia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan ini, untukku. Lalu apa yang kurang?

Entah.
Teringat suatu petuah,
Don't marry someone you think you can live with, marry someone you think you cannot live without..

Sunday, May 3, 2009

2007

Kembali ke masalah kronologis...
Tiba-tiba kemarin salah satu teman angkatanku mengirim imel melalui milis, yang isinya dia minta tolong namanya dihapus saja dari milis, karena berdasarkan imelnya, milis IMG itu membuat inboxnya penuh dengan imel2 sampah.
Pertama baca imel itu emang cukup bikin shock, terutama karena bahasanya yang cukup frontal dan menantang. Padahal, menurutku dia juga ga tau persis kondisinya kaya gimana sekarang.
Timo : Tahu nggak kamu kondisi sekarang kaya gimana? Tahu ga kamu posisi IMG07 sekarang gimana? Peduli nggak kamu sama temen angkatanmu sendiri?
Ini kalimat yang aku inget persis pernah aku omongin langsung di depan mukanya si Timo ini : Jangan nyusahin orang lain lah mo, jangan nyusahin angkatan lo, jangan nyusahin gw.
Kalimat itu terucap sewaktu osjur, dalam kondisi yang menurut Timo kami "memaksanya" untuk ikut osjur demi masuk IMG.
Dan sekarang, dari sudut pandangku, dia melakukan hal yang sama persis seperti waktu itu. Berbuat tanpa memikirkan efek buat temen-temennya sendiri. Mungkin dia ga sadar, bahwa apa yang dilakukannya akan menjadi sebuah generalisasi umum terhadap angkatan IMG07.
Sebenarnya ini juga kesalahan kami yang mengakui diri sebagai teman si Timo ini, dimana beberapa dari kami menyadari keadaan yang sebenarnya dan cukup tahu dalam pikiran masing-masing apa yang perlu dan tidak perlu untuk dilakukan dalam keadaan seperti ini. Kesalahannya adalah tidak pernah tersosialisasikannya hal ini kepada semua teman-teman kami.

Lalu tiba-tiba hal ini kembali berujung kepada masalah kronologis kejadian sewaktu IMG07 dilantik itu. Kembali ke masalah kematian Alm. Wisnu. Entah bagaimana, sebenarnya menurutku ini semua tidak ada hubungannya dengan kejadian itu lagi. Banyak teman-temanku yang bertindak, menurut bahasa kami, "setengah hati", di IMG ini karena masih tersandung masalah keraguan akan kronologis kejadian malam itu. Memang masih ada sesuatu yang ditutupi oleh beberapa pihak terkait mengenai kronologis kejadian malam itu. Kronologis yang tidak sampai tercatat ke berita acara demi keberlangsungan IMG saat itu. Itu yang ada di pikiran hampir semua teman-temanku, dan aku.
Masalahnya sekarang, apapun yang ditutupi itu, apakah benar itu yang menjadi penyebab kematiannya?
Ini adalah sebuah pertanyaan, yang sudah terlalu lama mengendap di kepala hingga untuk beberapa otak, ini sudah bukan lagi menjadi pertanyaan tapi suatu keyakinan. Jadi keadaanya sekarang begini, seakan-akan teman-temanku meminta jawaban yang sesuai dengan apa yang ada di kepala mereka.
Padahal, jawaban apapun yang mungkin esok terlontar, tak akan ada yang tahu itu suatu kebenaran atau kebohongan.
Kalau terlontar jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ada di kepala masing-masing (baca: jawaban yang tidak diharapkan), mereka akan bertindak semakin "setengah hati" karena menganggap tidak ada kejujuran di IMG, bahwa slogan "Pengecut Tidak Layak Berada Disini" hanyalah suatu bualan belaka.
Kalau terlontar jawaban yang sesuai dengan yang ada di kepala masing-masing (baca: jawaban yang diharapkan), mereka akan berpikir untuk apa berada dalam satu himpunan dengan orang-orang seperti itu? Orang-orang yang membunuh saudara kami sendiri?

Mana yang lebih baik diantara 2 opsi tersebut?

Aku hanya ragu masalah kronologis ini akan menyelesaikan segala permasalahan kita. Memang benar kita mengejar kejujuran. Tapi apakah itu cukup untuk menimbulkan kembali motivasi kita memilih IMG, motivasi yang dulu hilang, atau bahkan memang tidak ada? Atau semua hanya pelarian karena memang kita yang tak mau masuk lebih dalam?
Satu hal yang aku tahu persis, aku mau masuk IMG karena aku mau terus bisa bersama teman-temanku di 2007. Bualan semata tentang kontribusi terhadap IMG. Aku tek pernah peduli terhadap hal itu, apalagi menjadikannya motivasi.
Karena itu, aku merasa cukup dengan keadaan seperti ini. Lakukan apapun yang ingin kita lakukan. Himpunan, ikatan, apapun itu, adalah hal lain. Yang penting kita, 2007..Apa yang ada diantara kita sendiri, itu yang penting..

Wednesday, April 29, 2009

Santai saja....Santai....

Jalani saja dengan santai..

Hari ini kelompok paling santai memulai praktikum IUT. Di saat kelompok-kelompok lain memulai praktikum kedua atau bahkan ketiga mereka, kelompok kami baru melakukan praktikum perdana untuk bab kali ini. Dengan modal pas-pasan pula, ga ada yang tahu persis apa yang harus dilakukan, huehehehe

Jadilah langkah awal kami sedikit terhambat. Bertanya sana-sini soal metode praktikumnya, belajar baca alat, sampai mikirin strategi jalannya praktikum. Ribet dah.

Pada akhirnya, semua terlewati, untuk hari pertama, dengan medan yang masih cupu. Masih ada medan-medan lain yang jauh lebih sulit menunggu untuk disurvey, dibidik, dan diukur di lain hari. Di tengah-tengah praktikum tiba-tiba dapet kabar dari ramdit kalo nilai laporan praktikum pertama kelompokku itu 75! Buset dah ini nilai yang tergolong tinggi diantara kelompok-kelompok lain. Sayangnya, nilai sakral ini harus dikurangi menjadi 60 karena alasan keterlambatan pengumpulan. Keterlambatan 2 hari yang entah bagaimana menjadi tertulis keterlambatan 4 hari. Asisten, hellooooooooooo?? Anda baru saja melakukan kesalahan fatal. Harus diusut, harus diprotes, jangan mau ditindas, terutama oleh asisten. Ini PR buat besok!

Jadi, satu hal yang bisa dipelajari adalah sikap santai juga bisa berbuah baik, selama ga terlambat dari deadline,hehehehehe
Ayo semangat kelompok 7!
Jangan biarkan kelompok lain memandang rendah kelompok kita!
Buktikan biarpun santai kita tetap juaraaaaaaaaaaaaa........

Tuesday, April 28, 2009

Pemanasan Otak

Playlist untuk beberapa waktu ke belakang ini adalah membaca hati. Entah kenapa rasanya ini menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, padahal yang dibaca juga baru hatiku sendiri, belom hati orang lain juga.

Haduh kok rasanya buntu gini ya? Ga tau apa yang mau ditulis, ga tau apa yang mau diceritakan, ga tau apa yang mau diungkapkan. Ini mati rasa atau cuma sekedar buntu?

Huah kaya gini kok ngemeng mau jadi penulis...Hahahahaha

Perlu penyegaran kembali sistem saraf kata-kata di otak nih. Sudah mulai beku, sudah mulai tidak peka, sudah mulai tidak merasa.

Tidak bisa menangkap apa yang ada di balik semuanya, yang berujung pada tak pernah ada yang akan bisa diceritakan karena semua terlihat sama dan biasa...