Wednesday, April 29, 2009

Santai saja....Santai....

Jalani saja dengan santai..

Hari ini kelompok paling santai memulai praktikum IUT. Di saat kelompok-kelompok lain memulai praktikum kedua atau bahkan ketiga mereka, kelompok kami baru melakukan praktikum perdana untuk bab kali ini. Dengan modal pas-pasan pula, ga ada yang tahu persis apa yang harus dilakukan, huehehehe

Jadilah langkah awal kami sedikit terhambat. Bertanya sana-sini soal metode praktikumnya, belajar baca alat, sampai mikirin strategi jalannya praktikum. Ribet dah.

Pada akhirnya, semua terlewati, untuk hari pertama, dengan medan yang masih cupu. Masih ada medan-medan lain yang jauh lebih sulit menunggu untuk disurvey, dibidik, dan diukur di lain hari. Di tengah-tengah praktikum tiba-tiba dapet kabar dari ramdit kalo nilai laporan praktikum pertama kelompokku itu 75! Buset dah ini nilai yang tergolong tinggi diantara kelompok-kelompok lain. Sayangnya, nilai sakral ini harus dikurangi menjadi 60 karena alasan keterlambatan pengumpulan. Keterlambatan 2 hari yang entah bagaimana menjadi tertulis keterlambatan 4 hari. Asisten, hellooooooooooo?? Anda baru saja melakukan kesalahan fatal. Harus diusut, harus diprotes, jangan mau ditindas, terutama oleh asisten. Ini PR buat besok!

Jadi, satu hal yang bisa dipelajari adalah sikap santai juga bisa berbuah baik, selama ga terlambat dari deadline,hehehehehe
Ayo semangat kelompok 7!
Jangan biarkan kelompok lain memandang rendah kelompok kita!
Buktikan biarpun santai kita tetap juaraaaaaaaaaaaaa........

Tuesday, April 28, 2009

Pemanasan Otak

Playlist untuk beberapa waktu ke belakang ini adalah membaca hati. Entah kenapa rasanya ini menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, padahal yang dibaca juga baru hatiku sendiri, belom hati orang lain juga.

Haduh kok rasanya buntu gini ya? Ga tau apa yang mau ditulis, ga tau apa yang mau diceritakan, ga tau apa yang mau diungkapkan. Ini mati rasa atau cuma sekedar buntu?

Huah kaya gini kok ngemeng mau jadi penulis...Hahahahaha

Perlu penyegaran kembali sistem saraf kata-kata di otak nih. Sudah mulai beku, sudah mulai tidak peka, sudah mulai tidak merasa.

Tidak bisa menangkap apa yang ada di balik semuanya, yang berujung pada tak pernah ada yang akan bisa diceritakan karena semua terlihat sama dan biasa...