Tuesday, May 26, 2009

Fix It, huh?

Apa yang mau diperbaiki?
Hanya sekedar ingin mempertahankan rasa yang dulu pernah ada katamu?

Kita baik-baik saja sekarang, bukan begitu?
Lalu kenapa harus mempertahankan rasa itu kalau semua baik-baik saja tanpanya?

Sayang aku bukanlah manusia yang hidup untuk masa depan.
Bukan pula untuk masa lalu yang tak mungkin kembali seindah apapun itu.
Aku hidup untuk masaku sendiri, masaku sekarang.
Saat ini, hari ini.

Sementara kamu ada di masa lalu..juga masa depanku, seandainya aku bisa memilih masa depan..

Namun sayangnya, aku tak hidup untuk kedua masa itu, apapun yang terjadi.
Aku hidup untuk hari ini.
Bahkan kalaupun itu bukanlah sebuah kedewasaan.

Monday, May 25, 2009

Cerita Hari Kemarin

Kepada nona-nona sekalian yang berjam-jam kemarin telah menghabiskan waktunya bersamaku..

Mencari sesuatu yang cocok itu tidak pernah menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Semua tercipta dengan variatif, dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, sehingga menemukan apa yang bisa kalian sebut sebagai pasangan itu tidaklah gampang. Pikiran itu tak tercipta untuk bekerja dengan secara otomatis menerima pikiran-pikiran lain di sekitarnya. Penerimaan adalah sebuah proses. Dan saat akhirnya proses menerima itu selesai dilakukan, ucapkan selamat datang pada jiwa yang tak terpisahkan.

Hari saat kata tak pernah berhenti terucap ini dimulai pada sore harinya, saat kami nongkrong di ngopi doeloe. Ditemani laptop yang digilir oleh kami masing-masing untuk saling berkirim komentar di blog masing-masing, chatting, dan facebook, tawa demi tawa terus bergulir di udara sekitar kami. Satu hal yang aku tahu persis, tak mudah untuk tertawa selepas dan sebahagia kala itu. Kami bahkan menertawakan suatu masalah yang sempat terjadi diantara kami. Yeah, apa lagi yang kurang selain pada akhirnya kamu dapat menertawakan suatu masalah dan merasa menang karena tahu semua sudah terselesaikan?

Itu adalah cerita penghabisan suatu sore.

Malamnya, saat tiba waktunya semua orang memulai mimpi mereka, kami membicarakan Tuhan. Ini adalah sebuah pembicaraan yang selalu membuatku tertarik, karena banyaknya pertanyaan yang bisa kuajukan dalam hal ini. Ini bukan sekedar kepercayaan semata, ini adalah masalah kebenaran. Setuju kan kalo Tuhan adalah sebuah kebenaran? Maka pikiran demi pikiran akan masalah Ketuhanan terlontar begitu saja di sepanjang malam ini. Kami mungkin telah mempercayai suatu Tuhan yang sama, yang sekiranya perdebatan semacam ini tak perlu lagi dilontarkan, apa gunanya?
Entahlah. Berbagi tiap pertanyaan yang ada di otakmu selama ini, walaupun mungkin setelah dilontarkan tak juga muncul jawaban yang memuaskanmu, selalu terasa lebih baik, karena kamu mungkin akan tahu bahwa pikiranmu itu juga adalah pikiran orang lain.

Berangkat dari masalah Ketuhanan, kami mulai membicarakan tentang keluarga. Tiap keluarga memiliki anggotanya masing-masing, cara kerjanya masing-masing, dan cerita masing-masing. Kamu mungkin berpikir keluarga yang menaungimu adalah yang terbaik, atau yang terburuk. Ingatlah ada banyak tipikal keluarga di negara ini, dan semua memiliki kisah tersendiri. Belajar untuk tidak jadi egois, dan belajar untuk menerima semua dengan langkah yang sekiranya paling bijaksana untuk dilakukan. Semua cerita malam itu berujung pada hal tersebut. Sebaik atau seburuk apapun kisah yang dimiliki oleh keluargamu, kamu tetaplah kamu, sebagai seorang individu. Pilihannya adalah untuk menjadi atau untuk tidak menjadi seperti kisah yang telah kau alami.

Itu adalah kisah penghabisan suatu malam, sampai pagi menjelang.

Maka kepada mereka berdua yang ada bersamaku kemarin, terima kasih untuk tiap tawa, pikiran, dan juga kisahnya..

Sunday, May 24, 2009

Here we are...A month after...

Pernah mendapati sepasang mantan kekasih yang belum lama putus ngobrol membicarakan kejadian putus cinta mereka beberapa waktu yang lalu itu?
Membicarakan dengan santai, tanpa ekspektasi apapun, tanpa niatan untuk kembali bersama, hanya ingin bercerita santai saja.
Perbincangan yang rasanya selama ini telah kami lakukan, selama menjadi sepasang kekasih maksudnya. Saat semua interest itu ada, saat kamu tak peduli apa yang terjadi di sekitarmu, karena yang kamu mau hanyalah perbincangan yang terus berjalan. Bahkan, saat yang dibicarakan adalah masalah putus cinta sekalipun.

Jadi semua rasa kembali ke awal, saat semua yang terjadi seakan tak pernah lagi bermakna. Seakan ada sesuatu berucap, memang ada kejadian apa ya? Semua baik-baik saja.

Ya, benar, semua memang baik-baik saja. Dengan kehidupan kami masing-masing, semua berjalan normal.
Apalagi yang lebih baik?
Mungkin putus cinta memang tak pernah menjadi terlalu buruk.
Bukan begitu, Abyud?

Ini Liburan?

Beberapa hari liburan pertama ini dihabiskan full time bersama Mami, si anak nggak punya kosan yang pekerjaan sehari-harinya adalah transit dari satu kosan ke kosan lain. Mending kalo kegiatannya selama di kosan itu variatif, secara kerjaannya selama di kosan gw adalah mengirit tenaga. Dengan apa? Yaitu dengan meminimalisir semua gerakan tubuh yang tidak perlu. Jadi, pergerakan tubuhnya yang terjauh adalah dari kasur ke leptop. Terus ngenet sampai ngantuk. Dia selalu tidur lebih malam dari gw, tapi bangun lebih pagi, semua untuk internet.
Hahahahahaha
I love you Mi! Terutama untuk tiap obrolan ringan (baca : gosip) sebelum tidur..

Semalam akhirnya gw berangkat ke BEC, untuk menjalankan niat mulia yaitu membenarkan HP Jaychou yang tak mau menyala. Gw tahu kalo HP seumuran N-gage itu emang memiliki tambahan rutinitas yang cukup merepotkan yaitu namanya format ulang. Entah karena kepenuhan memory, karena virus, atau karena memang sudah waktunya. Jadi sampai semalam gw masih bertanya-tanya dalam hati, oh.......kenapa kamu harus rusak waktu berada di tanganku??
Tapi yasudah, yang penting sekarang HP keren ini sudah kembali fungsional seperti sedia kala. Special thanks for Raksasa yang telah menemani dan memilihkan satu dari banyak counter di BEC dengan harga yang paling terjangkau. Tanpa lo mungkin gw sudah termakan mentah-mentah oleh tipu daya counter kejam tadi malam...

Jadi mulailah masa liburan kali ini. Dengan keadaan nilai belum keluar, entah IP berapa akan ada di tangan untuk semester ini. Semoga cukup baik untuk sekedar menyelamatkan muka dari pandangan meremehkan Si Bos. Amin.

Monday, May 18, 2009

UAS is coming... Tapi kok hujan..

Bukan berniat selalu melihat ke belakang, tapi kok rasanya selama satu semester ini banyak yang harus dilihat lagi semua yang udah terlewati itu. Ketakutan-ketakutan akan akibat dari semua yang lalu dan notabene nggak bisa diubah lagi itu baru muncul sekarang. Kalo gw bisa melewati semester ini cukup dengan "nggak jelek-jelek amat", rasanya bersyukur sudah wajib menjadi hal yang harus dilaksanakan. Benar-benar memang penyesalan selalu muncul di akhir.

Sekarang gw sedang mereview ulang materi IUT untuk ujian besok. Yang bisa gw lakukan sampai saat ini memang baru sekedar mereview, karena terbatasnya bahan yang gw miliki. Soal-soal, dimanakah kau berada? Lagi-lagi, menyesal karena kelupaan fotokopi bahan ujian dan soal-soalnya. Yah, setidaknya seharusnya besok gw bisa menjawab satu soal tentang materi UTS yang lalu lah.

Hujan redalah... Desperately need to go to KP! Seperti kata Meng, sadar kalo nggak mengerti tentang sesuatu bareng-bareng itu jauh lebih baik daripada harus nggak mengerti tentang sesuatu sendirian.
Apalagi kalo bareng-bareng dan mengerti, jelas itu jauh lebih baik lagi...

Saturday, May 16, 2009

14 Mei 2009, Abyud 24 tahun

Selamat ulang tahun, untukmu, sang jiwa muda yang menyenangkan.

Semalaman mengerjakan laporan di kosan Barnes, dengan suksesnya melupakan hari ini kamu berulang tahun. Baru bisa tidur sekitar jam 4 pagi, terbangun jam setengah 7, dan aku tahu aku ingat. Tepat saat aku membuka mata.
Katakanlah ulang tahunmu sudah bukan lagi menjadi urusanku. Katakanlah kamu tak pernah mau tahu lagi apa aku ingat dan mendoakanmu pada hari ini.
Nyatanya untuk hari ini saja, aku ingin berada disana. Aku ingin datang, menemanimu dengan lilin yang siap menampung permohonanmu. Sekian lama tradisi ini ada diantara kita, ternyata sekarang aku masih mau ada di lingkaran itu.
Untuk jiwa muda yang tak pernah mati, semoga ia akan terus ada dan hidup dalam badan yang juga tak pernah mati, pada dirimu yang kuingin hidup 1000 tahun. Tertawakan dunia dengan jiwamu yang kekal itu, ketahuilah bahwa tawa yang membawa perangai dan tiap gestur darimu adalah nyawa yang tak akan mampu dibayar oleh apapun.

Maka selamat menikmati hari ini, abyud yang tak tergantikan. Simpan permohonanmu hari ini dimanapun kamu ingin menyimpannya, jalani dengan tiap inci jiwamu yang akan selalu muda. Semoga panjang umur...

....Tertulis pada Kamis, 14 Mei 2009, di sela-sela kuliah IUT....

Kerja Rodi

Akhirnya, tadi malam adalah malam pertama gw bisa tidur secara normal di kosan bersama Caca, setelah sebelumnya 2 malam berturut-turut mengerjakan laporan IUT maha dahsyat di kosan Barnes hampir tanpa tidur. Maha dahsyat emang laporan praktikum kali ini. Dipenuhi dengan banyak titik detail yang jumlahnya mencapai ratusan, perhitungan yang ribetnya minta ampun, dan mencapai rekor penciptaan manipulasi yang paling heboh. Kami bahkan mengadakan data yang tidak ada! Benar-benar ekstrim. Semua karena melakukan praktikum tanpa dilandasi teori yang kuat, apalagi paham apa maksudnya, bagaimana mengolahnya nanti, dan lain sebagainya. Jadilah hasil yang kami dapat ternyata ada beberapa data yang belum terambil dari lapangan. Tapi, sekali lagi, karena kami memang kelompok yang juga maha dahsyat, semua bisa terselesaikan. Gw merasa bisa melewati praktikum sedahsyat apapun lagi ke depannya nanti karena bisa menyelesaikan laporan yang satu ini. Sungguh.

Jadi pada hari pertama, yaitu hari Rabu siang, gw, Ramdit dan Barnes mulai mengerjakan laporan dari sore harinya. Berniat menyelesaikan laporan pada hari itu juga, gw dan Ramdit memutuskan untuk menginap di kosan Barnes. Mengerjakan sampai jam setengah 4 pagi, ditemani Meng yang malam itu juga datang. Sadar dengan kenyataan kami harus kuliah IUT jam 7 paginya, kami berusaha memanfaatkan waktu beberapa jam yang tersisa itu untuk tidur. Lumayan, tidur 3 jam. Maka Kamis pagi itu kami sukses sampai ke kampus tanpa telat. Kuliah IUT, lanjut kuliah Hiper. Selesai kuliah siang, tadinya kami berencana untuk melaksanakan satu praktikum IUT terakhir yaitu palnetable yang deadline pengumpulannya juga adalah besok, hari Jumat. Ternyata siang itu hujan mengguyur, jadilah kami memutuskan untuk balik ke kosan Barnes kembali menyelesaikan laporan dan praktikum dilaksanakan keesokan paginya saja, tepat pada hari pengumpulan (what a deadliner!). Langsung ke kosan Barnes, tanpa pulang ke kosan atau melakukan hal lain. Begitu sampai, tidur siang sebentar, dan mulai bekerja lagi saat sore harinya. Diselingi makan fuyunghai dari MCCF yang entah bagaimana bumbunya nyaris seperti selai strobery. Mulai sadar ada beberapa data yang terlewat, sehingga ada beberapa perhitungan yang tidak bisa dilakukan. Mulai manipulasi, putar otak bagaimana menggunakan sistem yang menurut istilah Barnes, bernama sistem backside terbalik, yaitu dari hasil perhitungan yang telah kami ketahui dicari bagaimana proses perhitungannya. Istilahnya, dari output kita bisa mendapatkan input. Hmmmmm....terdengar sederhana namun begitu ribet. Malam harinya mulai memasukkan data dari hasil pengolahan data itu ke program untuk dibuat petanya. Proses yang lagi-lagi memakan waktu sampai jam 4 pagi, dan belum selesai pula. Proses ini sempat diselingi acara pergi ke burjo bareng Barnes dan Yanes, makan indomie rebus dan ngopi. Berusaha santai, tidur saja, masih bisa dikerjakan pagi dan siangnya. Jadilah kami tidur. Bangun jam 9 pagi pada hari Jumat, yang merupakan deadline pengumpulan kedua laporan tersebut, siap-siap praktikum planetable. Berangkat praktikum ke kampus tanpa mandi tanpa makan. Langsung mulai praktikum, yang ternyata memakan waktu cukup lama, melenceng dari bayangan kami sebelumnya. Jadilah, untuk efisiensi waktu karena kami masih harus menyelesaikan laporan yang belum selesai, diputuskan lagi-lagi kami mencari "cara inovatif yang lebih efektif" untuk menyelesaikan praktikum kali ini. Akhirnya, selesai! Langsung kembali ke kosan Barnes, berusaha menyelesaikan laporan yang akhirnya baru selesai malam hari.

Semua dilakukan tanpa makan, perut kembung cuma diisi air seharian. Langsung pulang ke kosan begitu selesai, dan akhirnya makan. Makan pertama dari seharian itu. Paraaaaaaaaaaaah. Ini baru namanya kerja rodi saudara-saudara!

Tuesday, May 12, 2009

Bulet dan Marley

Congrats!
Standing applause untuk Damas si Bulet kesayanganku yang baru saja mendapatkan tiket untuk pergi ke Mesir tahun ini karena kejeniusan otaknya yang berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional! Oke Bulet, dibalik semua kebodohanmu yang sangat2 ekstrim memang otakmu itu terlalu mahal untuk bisa dibeli oleh siapapun ternyata. Selamat yaaaaaaaaa... Marselina project emang keren!

Hari ini, setelah dengan suksesnya hanya masuk 2 jam kuliah dari total 6 jam jadwal kuliah hari ini, akhirnya aku berhasil menyelesaikan novel "Aku dan Marley" yang proses pembacaannya sempat tertunda lama itu. Dan great, this is truly another must read great book!
Buku ini keren banget.... Cerita yang dibawanya tuh menyentuh hati pembaca dengan caranya sendiri. Dari awal cerita kisahnya udah bikin ketawa, caranya menggambarkan karakter "Marley the Dog" bener2 lucu dan membekas. Sampai akhirnya, di bagian akhir cerita, anjing ini harus sakit dan mati, bener2 merubah semua tawa di awal cerita tentang kelucuannya berubah jadi air mata berasa kita bener2 kenal sama anjing itu.
Huh yeah! Nangis beneran nangis di bagian akhir buku ini emang, payah sekali saya,hahahahaha

Jadi, kenapa anjing diharamkan?
Makhluk ini tampak begitu amazing untuk bisa diharamkan...
Sayang sekali..

Malassssss....

Ada yang tahu kenapa seorang mahasiswa bisa sampai malas kuliah dan malas belajar?
Rasanya kok semester ini dipenuhi dengan daftar absen yang kosong di baris nama gw. Itupun kosong dengan tanpa alasan yang jelas, apalagi alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Gw ga ada kesibukan lain, dan gw ga melakukan apa-apa sebenarnya dalam masa-masa gw ga masuk kuliah ini. Lalu apa yang gw dapat?

Tampaknya yang gw dapat adalah masa-masa sulit yang harus dilalui dengan ekstra usaha keras untuk melewati ujian akhir minggu depan, bahkan kalaupun hanya sekedar untuk mendapatkan IP yang ga jelek-jelek amat.

Kelewatan bodohnya.

Sunday, May 10, 2009

Just ESTILO!


Menu makan malam hari ini adalah Sushitei, dan teman makan malam hari ini adalah mami, ocha, reni, ernis, janu, dito, deril, dan riki. Tidak ada kejadian spesial yang terjadi selama prosesi makan malam dengan beberapa orang baru ini. Poin penting yang terjadi malam ini adalah saat tiba waktunya pulang.

Gw, mami, ocha, dan reni pulang diantar deril. Yang gw tahu, deril membawa mobil. Ya iya lah ya, secara mau nganterin 4 cewe masa ya naek motor? Duh.
Singkat kata, kami menyeberang dari parkiran Sushitei menuju ke mobil deril yang diparkir di seberang jalan. Sampai ke seberang jalan, wow! Akhirnya gw melihat mobil yang dibawa deril, yaitu Honda Civic Estilo.

Secara lebih spesifik lagi, itu adalah mobil Honda Civic Estilo berwarna merah, dengan dua pintunya itu, dan dengan suara mesin yang keren. Sip. Semua kriteria mobil impian yang selalu pengen gw miliki ada disitu. Gw ulangi, semuanya! Modelnya, warnanya, Argh! Damn!

Sakit hati rasanya melihat barang yang selama ini hanya sekedar menjadi sebuah impian tiba-tiba ada di depan mata, dan itu milik orang lain.

Gw wajib punya mobil itu di masa depan! Entah mau tahun berapa sampai akhirnya gw punya cukup uang untuk membeli mobil gw sendiri, mobil ini yang akan gw beli. Honda Civic Estilo MERAH!

Serangan mendadak

Sedang membaca novel 'aku dan marley' sambil memeluk caca,boneka beruang paling tampan sepanjang sejarah,dan tiba tiba aku kangen abyud.
Ada sesuatu yang menusuk hati di dalam sini,membuat tercekat,hampir sesak nafas.
Aku kangen pulang,sekedar untuk berada dalam sebuah peluk hangat..

Saturday, May 9, 2009

Doa di bawah hujan

Setelah sempat cemas untuk tampil dengan si rambut baru, ternyata hari ini dimulai dengan tidak begitu buruk. Pro kontra memang selalu ada dimana-mana kan? Termasuk soal penampilan rambut yang, pendapat paling positif yang gw terima, ala Agyness Deyn,hahahahaha
Baiklah baiklah, terima kasih atas komentarnya, baik yang membangun ataupun yang meruntuhkan semangat.. =D

Sekarang jam satu dini hari, dan gw baru sampe kosan setelah kumpul di img untuk (kembali) membahas kronologis. Nggak tahu persis kenapa tadi gw datang, karena setahu gw, udah nggak ada yang perlu gw tahu dari kronologis hari itu. Tapi kenyataannya ada beberapa dari teman gw yang menganggap masih sangat penting untuk membahas kembali kejadian tepat 3 bulan yang lalu itu. Atas nama apapun itu yang menjadi motivasi mereka, entah mencari kebenaran atau demi kelangsungan ke depannya atau mungkin karena untuk menuju ke depannya mereka butuh kebenaran sejelas-jelasnya sebelumnya, alasan apapun itu yang mungkin dimiliki oleh mereka, yang gw tahu gw datang malam ini karena teman-teman gw itu datang, sekaligus untuk mendoakan almarhum.

Pembicaraan tentang kronologis tadi memang cukup panjang, detail, dan berusaha untuk bisa melengkapi semua potongan cerita yang memungkinkan untuk sampai pada tahap kebenaran. Belum terlalu lengkap memang karena ada beberapa pihak yang kami butuhkan keterangannya kebetulan tidak datang malam ini. Well, hal ini akan diperbaiki ke depannya, pada pertemuan berikutnya yang diharapkan dapat melengkapi semua yang belum terjawab malam ini.

Lalu apa yang akan terjadi ke depannya? Setelah semua terjawab?

Gw berharap hal ini memang akan ada korelasinya dengan apa yang akan gw dan teman-teman gw hadapi dan lakukan di masa depan. Gw sendiri bukan orang yang bergantung pada masalah kronologis ini untuk menjalankan masa depan gw dan teman-teman gw ini, sikap apapun yang gw ambil sekarang ya akan tetap gw lakukan sampai besok-besoknya setelah semua masalah kronologis ini tuntas. Sekedar berharap bagi siapapun yang mempermasalahkan kronologis, penyelesaian akan hal ini memang akan membuahkan sesuatu bagi semua pihak ke depannya. Amin.

Moment terpenting yang gw dapet sepanjang malam ini, adalah doa penutup. Tepat 3 bulan setelah kejadian, gw kembali berdoa untuk almarhum. Malam ini rasanya doa yang dibacakan oleh Ranu begitu sederhana, tapi begitu jujur dan mengena.. Doa itu nggak muluk-muluk, nggak terlalu panjang dipenuhi dengan bahasa arab yang entah itu apa artinya, namun jujur keluar dari hati yang terdalam.. Semoga doa di bawah hujan malam ini didengar oleh yang di atas.. doa dari kami untuk saudara yang telah pergi..

Thursday, May 7, 2009

New Hair, again....

Akhirnya, tanpa rencana dan pemikiran panjang gw pergi ke salon langganan. Rencana pertama, hanya akan sekedar menemani meng yang mau potong rambut. Tapi ujung-ujungnya, tertarik juga buat potong rambut ternyata, secara potongan yang sebelumnya walaupun harus diakui adalah potongan rambut paling pas untuk gw, sudah mulai membosankan.
Jadilah sekarang rambut gw cepak !

Wow. Ekstrimis sekali. Gw bahkan cukup shock melihat hasilnya yang sependek ini. Tapi yasudah, gw tetap tampil mempesona seperti biasanya kok. Semoga, hahahahaha

Rambut baru, mood baru, hidup baru, semua baru.

Hidup rambut baruuuuuuu! Hidup rambut pendeeeeeek!

Wednesday, May 6, 2009

Some kind of speechless

Setelah perbincangan panjang lebar tentang meteor jatuh, make a wish, dan segala basa-basinya dengan seseorang..

Tiba-tiba dia mendoakanku..menyatakan make a wish di bawah meteor jatuh malam ini adalah semoga ossy bisa dapet semua yang dipengenin dan senyum terus..
dengan tambahan, wah kalo senyumnya itu permintaan gw pribadi oss ga perlu lu butuhin, jangan ampe ilang tu senyum dari muka lu..

Entah apa pernah ada orang yang berdoa untuk kebahagiaanku, yang jelas, ini berarti banget..
Siapa bilang sederhana nggak menarik?
Hahahaha

Terima kasih...
Terima kasih...
Terima kasih...
Makasih ya raksasaaaaaaaaa...

Make a wish melalui meteor jatuh

Barusan seorang teman memberi info bahwa pada tanggal 6 Mei 2009 sekitar jam 1 sampai jam 2 dini hari bakal ada fenomena alam terjadi, yaitu meteor jatuh. Hmmmmmm.....entah berhubungan atau tidak, yang langsung terpikir adalah bintang jatuh, lalu make a wish. Memangnya meminta permohonan itu bisa dilakukan pada semua benda langit yang jatuh ya? hehehehe

Apapun yang mungkin jatuh dari langit, yang jelas permohonan tak akan pernah berhenti terucap. Namanya juga manusia, tak pernah berhenti berahap, bahkan tidak boleh sampai berhenti berharap bukan?

Bicara mengenai permohonan dan bintang jatuh dalam prosesi make a wish, jelas yang terlintas pertama kali adalah abyud. Humph...beberapa bintang jatuh dan tiup lilin terlewat dengan permohonan yang sama selalu aku minta pada siapapun yang mungkin mendengar. Itu cuma sekedar permohonan sederhana, yang sepanjang saat itu rasanya begitu indah untuk terwujud. Rasanya walaupun sederhana, permohonan itu adalah sesuatu yang besar, sampai-sampai aku tahu tidak akan bisa mewujudkannya kalau cuma dengan usahaku sendiri sebagai manusia tapi juga harus disertai doa , dan keberuntungan. Aku selalu minta buat bisa terus bareng-bareng sama abyud. Klise ya?

Jadilah sekarang, saat ada ribuan meteor jatuh dari langit di luar sana, aku nggak tahu lagi apa yang harus aku minta. Aneh rasanya, secara selama ini aku selalu semangat menghadapi prosesi make a wish ini, dalam bentuk apapun.


ini adalah keyakinan kami. saat yang ada hanya kami dan langit di atas sana.
matahari adalah harapan.
bintang adalah doa-doa.
matahari untuk sesuatu yang berganti, diinginkan atau tak diimpikan.
bintang untuk segala yang kami simpan dalam hati.
maka kala matahari terbenam, bintang terlahir, sampai matahari terbangun lagi.
.....tertulis pada 13 Mei 2007......

Hanya ingin sekedar mengenang saja..

Monday, May 4, 2009

Terpikir lagi...

Praktikum IUT hari ini sangat menakjubkan! Menunjukkan progres yang sangat berarti, setelah melalui pemikiran panjang, ruwet, dan memusingkan saat survey awal hari ini. Tersisa satu sisi lagi yaitu sisi plawid yang belum terpetakan dan selesailah praktikum tachymetri ini, tinggal masalah bagaimana mengolah datanya. Hmmmmmmm..... Pengolahan data ini juga tampaknya masih akan menjadi masalah tersendiri, secara kayaknya nggak ada satupun diantara kita yang tahu persis apa yang harus dihitung dan bagaimana harus menghitungnya. Yasudah, hari ini ya hari ini, besok ya besok. Jadi mari dipikirkan esok hari saja...

Selesai praktikum langsung pergi ke ngopi doeloe sama damas. Menghabiskan waktu dengan duduk di sofa nyaman, minum cappucino, dan bercerita ngalor ngidul. Pada intinya damas, mulai sekarang tersebut sebagai bulet, curhat soal "pacarnya". Pacar dalam tanda kutip, karena memang yang terjalin adalah sebuah hubungan yang aneh. Yah, setelah sesi curhat ini berakhir dengan aku menghakimi "pacarnya" itu adalah pihak yang sangat jahat dan dengan gamblangnya aku menyuruh bulet untuk mengakhiri semuanya, di parkiran motor kami dikejutkan dengan biaya parkir motor sebesar 5000 perak! Huaaaaaaaaaah.... Apa-apaan? Benar-benar pemerasan ini namanya. Tapi apa mau dikata, biaya parkir di Indonesia bukanlah harga yang bisa ditawar. Sebuah harga mati yang harus terbayarkan atas nama keamanan. Keamanan memang bisa jadi semahal itu di dunia yang tidak lagi aman ini...

Di tengah-tengah perbincangan, sempat terlontar pernyataan, rasanya aku nggak merasa kehilangan abyud. Pernyataan itu tadi seakan-akan terlontar begitu saja, tanpa melalui filter pemikiran panjang di dalam otak sebelum sampai ke mulut dan akhirnya terucap. Dan sekarang, setelah semua perbincanagn tadi selesai, pernyataan ini menjadi sebuah pertanyaan. Normal ya rasa tidak kehilangan ini? Abyud itu udah lebih dari seseorang, dia bukan orang lain, sosoknya yang selama dua tahun lebih ini berstatus sebagai pacarku. Seharusnya dia udah menjadi bagian dari hidupku, yang secara teoritis, kalau tiba-tiba hilang aku pasti merasa ada sesuatu yang kurang, merasa kehilangan, dan setingkat lebih tinggi lagi, merasa menginginkannya untuk kembali. Bagaimana bisa aku mengatakan aku tidak kehilangan sosoknya?

Rasanya yang dikatakan abyud sewaktu kami putus memang benar. Abyud bilang, aku cuma sekedar inget abyud sewaktu menganggur. Bukan di saat-saat aku sedang menghabiskan waktu dengan teman-temanku, atau melakukan apapun itu yang sedang kukerjakan disini. Katanya, aku bener-bener inget dia itu kalo udah balik ke kosan, dan nggak ada kerjaan. Hmmmmmm... Pernyataan yang kuakui benar adanya, tapi tetep aja bikin shock. Itu jelas bukan sesuatu yang aku rencanakan, tapi itu adalah hal yang sangat jahat, bukan begitu? Aku sendiri menganggap itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak bertanggungjawab dan normalnya, tidak dilakukan oleh seseorang yang sedang pacaran terhadap pasangannya. Yang jelas, malam itu cuma satu yang ada di pikiranku, bahwa ternyata aku sudah sejahat itu ke abyud. Bukannya nggak mau memperbaiki, tapi aku tahu persis semua itu adalah efek dari keadaan kami yang jarang bertemu. Karena yang aku yakini selama ini, yang akan selalu membuat keadaan lebih baik adalah sewaktu kami bertemu. Dan sekarang, dengan kemungkinan keadaan dimana kami bakal jadi lebih jarang lagi untuk bisa bertemu, masalah ini pasti nggak akan pernah terselesaikan. Ujung-ujungnya? Jelas aku bakal terus menyakiti abyud dengan tingkah laku tidak bertanggung jawab ini. Belum dewasakah aku menghadapi hal macam ini?

Semua rasa ini mungkin telah menjadi hal yang sangat abstrak, tidak terdefinisikan, dan tidak bisa dianalisis. Yang aku tahu, aku selalu merasa bisa menghabiskan sisa hidupku bersama seorang abyud saja. Serius, demi apapun aku tahu aku bisa. Lihat kecocokan kami selama ini. Apa pernah ada masalah fundamental yang terjadi diantara kami selama ini? Tidak ada. Apa pernah ada masalah yang terlalu rumit hingga tidak pernah berhasil kami satukan jalan keluarnya yang terbaik? Tidak pernah. Kami bertengkar, jelas pernah, sekedar karena keadaan yang tidak menguntungkan. Segala yang pernah kami pertengkarkan bukanlah sesuatu yang terlalu penting, bahkan bisa dikatakan seperti itu. Diatas segalanya, abyud sosok pertama yang sangat berarti buatku. Dia yang kuanggap sebagai rumah, dia tempat kemana selama ini aku selalu berlari pulang. Kalaupun misalkan pada akhirnya aku harus menikah (duh,berharap aku bisa menemukan kata lain yang tidak seekstrim ini, tapi ternyata tidak kutemukan) dengan abyud, aku tahu aku bisa bertahan dengannya. Aku tahu dia bisa mengerti aku, dan aku tahu dia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan ini, untukku. Lalu apa yang kurang?

Entah.
Teringat suatu petuah,
Don't marry someone you think you can live with, marry someone you think you cannot live without..

Sunday, May 3, 2009

2007

Kembali ke masalah kronologis...
Tiba-tiba kemarin salah satu teman angkatanku mengirim imel melalui milis, yang isinya dia minta tolong namanya dihapus saja dari milis, karena berdasarkan imelnya, milis IMG itu membuat inboxnya penuh dengan imel2 sampah.
Pertama baca imel itu emang cukup bikin shock, terutama karena bahasanya yang cukup frontal dan menantang. Padahal, menurutku dia juga ga tau persis kondisinya kaya gimana sekarang.
Timo : Tahu nggak kamu kondisi sekarang kaya gimana? Tahu ga kamu posisi IMG07 sekarang gimana? Peduli nggak kamu sama temen angkatanmu sendiri?
Ini kalimat yang aku inget persis pernah aku omongin langsung di depan mukanya si Timo ini : Jangan nyusahin orang lain lah mo, jangan nyusahin angkatan lo, jangan nyusahin gw.
Kalimat itu terucap sewaktu osjur, dalam kondisi yang menurut Timo kami "memaksanya" untuk ikut osjur demi masuk IMG.
Dan sekarang, dari sudut pandangku, dia melakukan hal yang sama persis seperti waktu itu. Berbuat tanpa memikirkan efek buat temen-temennya sendiri. Mungkin dia ga sadar, bahwa apa yang dilakukannya akan menjadi sebuah generalisasi umum terhadap angkatan IMG07.
Sebenarnya ini juga kesalahan kami yang mengakui diri sebagai teman si Timo ini, dimana beberapa dari kami menyadari keadaan yang sebenarnya dan cukup tahu dalam pikiran masing-masing apa yang perlu dan tidak perlu untuk dilakukan dalam keadaan seperti ini. Kesalahannya adalah tidak pernah tersosialisasikannya hal ini kepada semua teman-teman kami.

Lalu tiba-tiba hal ini kembali berujung kepada masalah kronologis kejadian sewaktu IMG07 dilantik itu. Kembali ke masalah kematian Alm. Wisnu. Entah bagaimana, sebenarnya menurutku ini semua tidak ada hubungannya dengan kejadian itu lagi. Banyak teman-temanku yang bertindak, menurut bahasa kami, "setengah hati", di IMG ini karena masih tersandung masalah keraguan akan kronologis kejadian malam itu. Memang masih ada sesuatu yang ditutupi oleh beberapa pihak terkait mengenai kronologis kejadian malam itu. Kronologis yang tidak sampai tercatat ke berita acara demi keberlangsungan IMG saat itu. Itu yang ada di pikiran hampir semua teman-temanku, dan aku.
Masalahnya sekarang, apapun yang ditutupi itu, apakah benar itu yang menjadi penyebab kematiannya?
Ini adalah sebuah pertanyaan, yang sudah terlalu lama mengendap di kepala hingga untuk beberapa otak, ini sudah bukan lagi menjadi pertanyaan tapi suatu keyakinan. Jadi keadaanya sekarang begini, seakan-akan teman-temanku meminta jawaban yang sesuai dengan apa yang ada di kepala mereka.
Padahal, jawaban apapun yang mungkin esok terlontar, tak akan ada yang tahu itu suatu kebenaran atau kebohongan.
Kalau terlontar jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ada di kepala masing-masing (baca: jawaban yang tidak diharapkan), mereka akan bertindak semakin "setengah hati" karena menganggap tidak ada kejujuran di IMG, bahwa slogan "Pengecut Tidak Layak Berada Disini" hanyalah suatu bualan belaka.
Kalau terlontar jawaban yang sesuai dengan yang ada di kepala masing-masing (baca: jawaban yang diharapkan), mereka akan berpikir untuk apa berada dalam satu himpunan dengan orang-orang seperti itu? Orang-orang yang membunuh saudara kami sendiri?

Mana yang lebih baik diantara 2 opsi tersebut?

Aku hanya ragu masalah kronologis ini akan menyelesaikan segala permasalahan kita. Memang benar kita mengejar kejujuran. Tapi apakah itu cukup untuk menimbulkan kembali motivasi kita memilih IMG, motivasi yang dulu hilang, atau bahkan memang tidak ada? Atau semua hanya pelarian karena memang kita yang tak mau masuk lebih dalam?
Satu hal yang aku tahu persis, aku mau masuk IMG karena aku mau terus bisa bersama teman-temanku di 2007. Bualan semata tentang kontribusi terhadap IMG. Aku tek pernah peduli terhadap hal itu, apalagi menjadikannya motivasi.
Karena itu, aku merasa cukup dengan keadaan seperti ini. Lakukan apapun yang ingin kita lakukan. Himpunan, ikatan, apapun itu, adalah hal lain. Yang penting kita, 2007..Apa yang ada diantara kita sendiri, itu yang penting..