Monday, May 25, 2009

Cerita Hari Kemarin

Kepada nona-nona sekalian yang berjam-jam kemarin telah menghabiskan waktunya bersamaku..

Mencari sesuatu yang cocok itu tidak pernah menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Semua tercipta dengan variatif, dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, sehingga menemukan apa yang bisa kalian sebut sebagai pasangan itu tidaklah gampang. Pikiran itu tak tercipta untuk bekerja dengan secara otomatis menerima pikiran-pikiran lain di sekitarnya. Penerimaan adalah sebuah proses. Dan saat akhirnya proses menerima itu selesai dilakukan, ucapkan selamat datang pada jiwa yang tak terpisahkan.

Hari saat kata tak pernah berhenti terucap ini dimulai pada sore harinya, saat kami nongkrong di ngopi doeloe. Ditemani laptop yang digilir oleh kami masing-masing untuk saling berkirim komentar di blog masing-masing, chatting, dan facebook, tawa demi tawa terus bergulir di udara sekitar kami. Satu hal yang aku tahu persis, tak mudah untuk tertawa selepas dan sebahagia kala itu. Kami bahkan menertawakan suatu masalah yang sempat terjadi diantara kami. Yeah, apa lagi yang kurang selain pada akhirnya kamu dapat menertawakan suatu masalah dan merasa menang karena tahu semua sudah terselesaikan?

Itu adalah cerita penghabisan suatu sore.

Malamnya, saat tiba waktunya semua orang memulai mimpi mereka, kami membicarakan Tuhan. Ini adalah sebuah pembicaraan yang selalu membuatku tertarik, karena banyaknya pertanyaan yang bisa kuajukan dalam hal ini. Ini bukan sekedar kepercayaan semata, ini adalah masalah kebenaran. Setuju kan kalo Tuhan adalah sebuah kebenaran? Maka pikiran demi pikiran akan masalah Ketuhanan terlontar begitu saja di sepanjang malam ini. Kami mungkin telah mempercayai suatu Tuhan yang sama, yang sekiranya perdebatan semacam ini tak perlu lagi dilontarkan, apa gunanya?
Entahlah. Berbagi tiap pertanyaan yang ada di otakmu selama ini, walaupun mungkin setelah dilontarkan tak juga muncul jawaban yang memuaskanmu, selalu terasa lebih baik, karena kamu mungkin akan tahu bahwa pikiranmu itu juga adalah pikiran orang lain.

Berangkat dari masalah Ketuhanan, kami mulai membicarakan tentang keluarga. Tiap keluarga memiliki anggotanya masing-masing, cara kerjanya masing-masing, dan cerita masing-masing. Kamu mungkin berpikir keluarga yang menaungimu adalah yang terbaik, atau yang terburuk. Ingatlah ada banyak tipikal keluarga di negara ini, dan semua memiliki kisah tersendiri. Belajar untuk tidak jadi egois, dan belajar untuk menerima semua dengan langkah yang sekiranya paling bijaksana untuk dilakukan. Semua cerita malam itu berujung pada hal tersebut. Sebaik atau seburuk apapun kisah yang dimiliki oleh keluargamu, kamu tetaplah kamu, sebagai seorang individu. Pilihannya adalah untuk menjadi atau untuk tidak menjadi seperti kisah yang telah kau alami.

Itu adalah kisah penghabisan suatu malam, sampai pagi menjelang.

Maka kepada mereka berdua yang ada bersamaku kemarin, terima kasih untuk tiap tawa, pikiran, dan juga kisahnya..

1 comment:

mAmIE~ said...

iyaaaaa
trimakasih juga untuk odong
soalnya begitu malemnya naek travel
langsung aja ngantuk fan tidur pulas karena semalam tidurnya hanya sebentar
hahahahaha
miss u