Wednesday, April 28, 2010

Thoughts Inside My Mind

Insomnia tengah malam.
Jadilah saya menjelajahi dunia maya dan menemukan blog teman SMA saya.
Di blog itu saya menemukan suatu tulisan yang menarik. Well, bukan menarik dalam artian yang positif sih sebenarnya.
Tulisan teman saya itu soal kelulusan SMA tahun ini (yang baru saja diumumkan hari Senin kemarin), dan fakta-fakta ironis di belakangnya. Kalau mau dibaca ada disini : FU!

Kejutan pertama dari tulisan teman saya adalah bahwa ada 3 siswa dari SMA kami yang terpaksa tidak lulus. Wew. Sedih juga setelah tahu fakta ini, karena notabene SMA saya itu termasuk salah satu dari yang terbaik di Yogyakarta.

Kejutan kedua adalah teman saya itu menulis bahwa ada sebuah SMA, masih di Yogyakarta, yang hanya berhasil meluluskan 30% muridnya, dengan ganjalan terbesar adalah pada pelajaran Bahasa Indonesia yang nilainya jelek-jelek.

Bukankah ini ironis? Kita itu warga negara Indonesia. Bahasa kesatuan kita itu Bahasa Indonesia. Kok bisa ada siswa-siswi yang hanya mendapat nilai 1 dari skala 10 dalam pelajaran ini sih?
Saya nggak bilang kalau pelajaran Bahasa Indonesia itu mudah, tapi menurut saya pelajaran Bahasa Indonesia tidak mungkin menjadi sesulit itu sampai-sampai cuma dapat nilai 1.

Dan memang benar, berdasarkan tulisan teman saya itu, mereka yang mendapat nilai sangat jelek hingga tidak lulus itu karena menggunakan kunci jawaban yang salah. Kunci jawaban ini mereka beli bersama dari hasil iuran masing-masing siswanya. Kasus ini bukan hanya terjadi di Yogyakarta, tetapi juga di Bandung. Baru tadi siang saya membaca berita di koran bahwa ada sebuah SMA di Bandung yang banyak siswanya tidak lulus karena hanya mendapat nilai rata-rata 1,2 sampai 1,6 dalam pelajaran Bahsa Indonesia.
*Btw saya nggak habis pikir, tiap tahun pasti ada kan kasus jual beli kunci jawaban ujian seperti ini? Dan tiap tahun juga pasti ada di berita kalau banyak siswa yang nggak lulus gara-gara kunci jawaban yang mereka beli ternyata palsu. Nggak belajar dari kasus-kasus ini ya mereka?? :(
*Satu lagi yang saya nggak habis pikir. Setelah mencoba mengasumsikan diri menjadi siswa yang membeli jawaban soal UAN, rasanya walaupun sudah membawa contekan jawaban juga saya tetap akan memikirkan jawaban tiap soal terlebih dahulu dengan otak saya sendiri. Bukan hanya mengisi lembar jawab berdasarkan contekan di tangan saya tanpa melihat soal sama sekali.
Melihat nilai 1 dari skala 10 saya sih berasumsi mereka memang langsung memindahkan jawaban dari contekan ke lembar ujian tanpa rpot-repot melihat soal. Semalas itukah mereka? :(

Sedih nggak sih melihat kenyataan UAN yang seperti ini?
Dan lebih sedih lagi nggak coba kalo kalian jadi guru Bahasa Indonesia?
Seorang siswa yang nggak lulus sudah pasti sedih, bahkan frustasi, tapi yang sedih juga bukan cuma mereka-mereka yang nggak lulus.. Guru-gurunya juga pasti sedih dipukul kenyataan seperti itu, apalagi tahu kenyataan bahwa semua yang mereka ajarkan selama 3 tahun pada akhirnya tidak berguna karena siswa-siswinya menggunakan contekan jawaban saat ujian. Terus 3 tahun kalian belajar itu buat apa??

Mentalnya payah.
Iya, mereka-mereka yang nggak lulus gara-gara dapet contekan palsu itu saya bilang mentalnya payah.
Salah siapa kalau begitu?
Salah pribadi siswa tersebut?
Atau salah sistem pendidikan yang kurang "mendidik"?

Mungkin kita butuh pendidikan yang menyehatkan mental bangsa.
Bukan sekedar pendidikan bertahun-tahun yang hasil akhirnya subjektif bertumpu pada hasil UAN yang cuma dilaksanakan beberapa hari.

Akhirnya kembali mengutip tulisan teman saya,
"orang jujur itu lebih hebat dan lebih berharga daripada orang pinter."
Sangat setuju.


Semua yang tertulis di posting kali ini pada dasarnya hanya merupakan asumsi pribadi terhadap satu contoh kasus (contekan jawaban). Kalau ada yang salah ya silahkan saya diingatkan. :D

3 comments:

Dominikus Damas said...

ini kowe sing nulis beneran yem ? huahahaha
siap si, tapi masalah sistem pendidikan, kalau ga suka ya udah, cari pendidikan di luar itu sembari berjuang mengikuti sistem-yang-tidak-tau-benar-apa-salah ini, haha, iyo ga sih ? :P

raras said...

eheeeeeeeemmmmmmmm damas selalu komen ya os. patut bangga kamu ada orang pinter komen mulu di tulisanmu. hahahahaha

Ossy Maulita said...

wah yo piye ya ras..lha yang nulis blognya juga orang pinter je, jadi wajar saja yang komen orang2 pintar.hahaha