Tuesday, May 18, 2010

looking for words

disinilah saya, di depan komputer dengan mata terpaku ke layar dan jari-jari menempel manis di atas keyboard. ada banyak kata yang ingin saya salurkan, dari hati, naik ke atas menuju otak logika, lalu kembali meluncur ke bawah tanpa melewati lidah. meluncur langsung ke jari-jari yang telah menanti.

saya merasa ingin melakukan sesuatu. sesuatu untuk kamu, untuk mereka, untuk diri saya sendiri. tapi tahukah kamu betapa dunia saat ini sudah sangat menggendut? ia menggendut karena ia semakin malas untuk sekedar menggerakkan badan bulatnya berputar pada porosnya.

saya si dunia bulat itu. saya yang mulai malas untuk sekedar berputar dalam poros saya sendiri.

prioritas.
tujuan.
mimpi.

kenyataan.

yang saya tahu, saya tak tahu apa-apa tentang hidup ini. tentang hidup saya sendiri.

saya harap kamu lebih tahu tentang itu, mungkin.

karena sekarang saya mulai malas untuk mengetahui tentangnya.




disanalah kamu, dengan mimpi-mimpi indah memenuhi tiap rongga tidurmu. saya tak tahu apa yang kamu mimpikan, bahkan mungkin saya tak tahu apa yang kamu impikan dalam kehidupan nyata kita berdua.

kamu yang selalu menduga apa yang ada di dalam pikiran saya. kamu yang selalu mencoba mengerti semua perasaan saya. tidakkah kamu mengerti? saya bahkan tidak tahu sama sekali tentang segala sesuatu yang coba kamu mengerti dari saya itu.

tidakkah kamu mengerti? saya bahkan mempunyai dunia lain di luar dunia tempat kita berotasi. kamu pikir dunia kita hanya memiliki satu poros, dengan kita bergandengan tangan mengitarinya. tidak sayang, dunia kita memiliki dua poros, dan satu adalah milikku seorang. atau bahkan dunia kita memiliki poros yang lebih lagi? tiga? atau empat? mungkin salah satunya adalah milikmu di dalamnya. yah, saya tidak peduli. saya hanya peduli pada dua poros. milik kita, dan milik saya seorang.

sudahkah kamu mulai mengerti?

saya tidak tahu apa-apa tentang dunia, tentang hidup, tentang mimpi, tentang kenyataan, tentang ekspektasi, tentang takdir, tentang hak, tentang kewajiban, tentang kematian..

saya hanya tahu tentang harapan.
harapan untuk kamu sanggup mengerti semuanya..

No comments: