Wednesday, September 29, 2010

Hujan Jangan Turun

Di saat orang lain ingin tinggal di Bandung karena udara dinginnya, saya justru sangat ingin tinggal di daerah tropis nan panas.

Saya kangen matahari.

Saya kangen jalan-jalan pake celana pendek.

Saya nggak suka pake jaket tebal (sebetulnya bahkan saya nggak punya jaket tebal, terpaksa saya harus terus meminjam jaket pacar jadinya, huhuhu ).

Bukan berarti saya membenci Bandung, tapi akhir-akhir ini memang cuacanya kelewat menyebalkan. Bagaimana bisa Bandung kejatuhan hujan setiap hari sih?




Saya kangen Bandung yang disinari matahari!

Tuesday, September 28, 2010

Teach me to

Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan Tuhan?

Saya ingin ngobrol tapi takut salah ngomong.
Saya ingin bertanya tapi takut dianggap kurang ajar.
Saya ingin berdoa tapi takut dianggap tidak tahu diri.

Apa yang harus saya lakukan?

Wednesday, September 22, 2010

90%

saya itu orangnya meledak-ledak.
nggak mau kalah.
sok tahu.
nggak bisa mengontrol emosi.
menyebalkan, dan bahkan lebih menyebalkan lagi kalau sedang dalam kondisi emosional yang nggak stabil.
intinya, saya bodoh dalam mengatur emosi.

seringkali saya nggak mau mengerti, tapi saya menuntut untuk dimengerti.
siapa yang mau melakukannya coba?
setelah saya bertingkah menyebalkan, saya minta maaf, lalu saya berharap untuk dimengerti.
oh ya terlewat beberapa tahap, seharusnya begini prosesnya :
setelah saya bertingkah menyebalkan, terjadi pertengkaran, saya nggak mau mengalah sampai dia mengaku kalah, baru saya minta maaf, lalu saya berharap untuk dimengerti.
ya, saya tahu betapa menyebalkannya hal yang saya lakukan selama ini.
terlebih dulu saya pernah berjanji untuk berubah.

tapi kamu bertahan.
dengan semua yang kamu bisa kamu selalu mengalah, bahkan saat kesalahan sepenuhnya ada pada saya.
kenapa?

Tuesday, September 14, 2010

Bulan Puasa di Mentawai

Sempat merasa bangga,sepanjang bulan puasa kemaren saya jadi rajin sholat,karena katanya kalau puasa ga sholat kan percuma tuh.
Jadilah saya berusaha sholat 5 waktu,biar haus dan laparnya ga sia-sia.

Tapi saya ga pernah sholat taraweh. Kenapa? Satu,katanya kan sunah tuh hukumnya. Dua,letak masjid yang cukup jauh dengan jalan menanjak dari rumah tinggal saya dan teman-teman. Tiga,teman-teman saya ga ada yang tarawehan.

Setelah pulang dan Lebaran di rumah saya baru sadar. Apa yang saya lakukan itu belum ada apa-apanya. Sumpah saya merasa buat menjalankan si sholat sehari 5 kali itu saja sudah susah loh. Dan saya bangga sebulan kemarin sholatnya teratur. Tapi,orang-orang lain melakukan yang lebih dari itu. Sangat lebih malah. Mereka taraweh,ngaji,sholat malem,dll.

Fiuh. Malu sama diri sendiri yang udah bangga cuma gara-gara sholat 5 waktu. Itu seh semua orang bisa setiap hari,ga cuma pas bulan puasa!

Lebih malu lagi menyadari ternyata kepedulian saya soal agama yang sangat minim,sampe sholat aja pas bulan puasa doang. Mau jadi apa?