Saturday, December 25, 2010

Just want to say that..





This shoes is absolutely gorgeous.
And merry christmas for everyone who celebrate it!! :)

Pic from : Dr. Martens Airwair Singapore

Tuesday, December 21, 2010

Mereka yang saya panggil teman


Senang bisa mengenal kalian semua.
Senang bisa bekerja sama dengan kalian.
Senang bisa tertawa dan menangis bersama kalian.
Senang pernah menempuh semuanya di atas nama kebersamaan dengan kalian.

Sekali teman tetaplah teman.
Sekali saudara tetaplah saudara.
Ciao!

Wednesday, December 15, 2010

This is what i always feel when the night comes

Bawakanku pelangi, warnai aku.

Bawakanku mentari, tenangkan aku.

Bawakanku segelas kopi hangat, aku ingin mengobrol tentang masamu dan masaku.

Bawa aku pulang, aku rindu nyaman malam ini.

Sunday, December 12, 2010

Hermione oh Hermione

Saya suka melihat sesuatu yang, pada dasarnya, tidak bisa saya miliki. Selalu ada suatu sensasi tersendiri setiap kali saya melakukannya, don't you feel it too?

Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer untuk browsing di internet tentang segala sesuatu yang indah dalam dunia tak tersentuh bernama high fashion. Dalam mimpi pun saya tak akan berani berpikir untuk bisa memiliki barang-barang itu. Sayangnya, berat rasanya untuk tak mengakui betapa mereka sangat menarik. Dan semakin saya sadar bahwa saya tidak mungkin memilikinya, apalagi memakainya karena banyak juga yang saya sukai adalah yang tidak normal untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari, justru saya semakin bersemangat memandangi mereka di layar komputer. Am i freak? Hahaha

Saya juga bisa dengan tidak tahu malunya masuk ke toko-toko penjual barang mahal yang tidak akan mampu saya beli, sekedar berkeliling dan melihat-lihat. Mencobanya saja saya tak pernah, tentu saja, mana berani mencoba saat saya yakin tidak akan bisa memilikinya?

Puncak dari semuanya terjadi saat siang tadi saya ke bioskop menonton film Harry Potter (ah ya saya baru menontonnya hari ini, totally not up to date huh?). Di atas semua yang terjadi dalam film itu, yang paling menarik perhatian saya adalah kostum yang dipakai Hermione!! Well, sebenarnya ini bukan sepenuhnya kesalahan saya, karena baik Hermione, Harry maupun Ron sangat sering berganti kostum di sepanjang film. Adakah yang memperhatikan? Saat mereka melakukan perjalanan melewati hutan dan bahkan mungkin tidak sempat mandi, mereka tetap rajin berganti kostum, dan tak pernah kusut, dan kostumnya sangat sangat sangat bagus. Rangkaian film Harry Potter tidak pernah "seindah" ini. Saya tertarik dengan semua pakaian yang dikenakan Hermione, they're all amazing. I want to steal them all, seriously.

Rasanya saya semakin freak.

Saturday, December 11, 2010

Mother Father-Daughter

Senin siang, tanggal 6 Desember 2010, Mama saya tiba-tiba menghubungi dan bilang kalo beliau, dan Papa, sedang berada di Jakarta dan dalam 2 atau 3 jam lagi akan sampai di Bandung untuk mengunjungi saya. Datang secara tiba-tiba ke Bandung memang hal yang cukup sering dilakukan oleh kedua orang tua saya, jadi saya tidak bertanya-tanya. Saya juga tidak bertanya-tanya sedang apa mereka berdua di Jakarta di hari kerja seperti ini, karena saya sudah berasumsi mereka di Jakarta untuk kondangan, dimana hal ini juga sudah sering mereka lakukan.
Sampai sini saya sudah tidak mengetahui 2 hal : Saya tidak tahu kalau orang tua saya ke Jakarta, dan saya tidak tahu kalau hari itu mereka akan datang ke Bandung.

Sesampainya di Bandung, baru saya tahu kalau ternyata mereka ke Jakarta karena Mama saya sakit dan selama seminggu diopname di rumah sakit. Seminggu, dari hari Minggu tanggal 28 November 2010.
Sampai sini sudah bertambah 1 hal yang tidak saya ketahui : Ternyata Mama saya sakit.

Orang tua saya bilang, mereka sengaja tidak memberitahu saya karena saya sedang dalam masa UAS. Jadi, semua orang di keluarga besar saya tahu, banyak yang datang menjenguk ke Jakarta, dan tidak ada satupun yang buka mulut untuk memberitahu saya. Ibu siapa sih beliau? Seingat saya beliau masih Ibu saya, tapi saya bahkan tidak tahu beliau sakit sementara saudara-saudara saya tahu semuanya. Kakak saya tahu, tante-tante saya tahu, om-om saya tahu, bahkan sepupu-sepupu saya tahu.
Jadi bertambah lagi ketidaktahuan saya : Ternyata keluarga saya pintar menyembunyikan sesuatu.

Apa lagi yang saya tidak tahu?
Apa lagi yang kita tutup-tutupi selama ini?
Hai, keluarga?

Tapi karena semua ini, saya tahu beberapa hal.
Pertama, saya tahu dan semakin sadar bahwa Mama saya sudah tua sekarang, dan bertambah tua di setiap harinya. Semakin tua umur seseorang, kesehatannya tentu juga akan semakin menurun. Beliau lahir tahun 1950. Saya lahir tahun 1989, hitung umur berapa beliau melahirkan saya. Dari saat saya lahir saja beliau sudah cukup tua, apalagi 20 tahun setelahnya.
Kedua,saya tahu dan semakin sadar betapa mereka sangat peduli pada saya (atau pada pendidikan saya?) sampai-sampai tidak memberitahukan kalau Mama sakit.
Ketiga, saya tahu dan semakin sadar bahwa saya bukanlah seorang anak yang akan dengan rajinnya setiap hari menelepon atau mengirimkan sms untuk menanyakan kabar kedua orang tua saya. Bahkan saya hampir tidak pernah menghubungi mereka lebih dulu. Tapi, saya peduli. Sungguh. Saya sayang kalian, dan ingin kalian diberkahi umur panjang dalam kesehatan, meskipun saya tak mengatakannya secara langsung.

Jadi tolong, jangan buat saya cemas. Dan jangan jadikan saya orang terakhir yang mengetahui keadaan kalian. Karena walaupun tidak bertanya secara langsung, bukan berarti saya tidak peduli. Semoga kalian merasakannya.

Thursday, December 9, 2010

Kaca itu diciptakan untuk bisa dipecahkan, kawan!

Tak pernah ada orang yang terlahir dengan benar-benar merdeka.
Kita semua hidup di dalam dinding kaca, sebuah pembatas yang nyaris tak terlihat.
Tapi dinding itu ada, sungguh.
Di balik dinding itu kehidupan orang lain berjalan.
Rasanya memang fungsi si dinding kaca adalah untuk membatasi kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Karena kita tak bisa (atau tak boleh?) begitu saja masuk ke dalam kehidupan seseorang, dimana belum tentu orang tersebut bisa menerima kita, menyukai kita, atau sekedar memandang kita.

Maka bicaralah, dan pecahkan dinding kaca.
Ketuk pintunya, sampaikan salam pada penghuni di seberang sana.
Kalau kau beruntung, mungkin dia akan memberikan senyuman hangat.
Lalu mengajakmu duduk bersama dengan segelas kopi panas di tangan.
Lalu setelahnya kau bisa kembali pulang, ke dalam dinding kacamu.
Mungkin esok kau akan kembali.
Bicara, dan memecahkan dinding kaca sekali lagi.

Selamat datang di kehidupan (yang tak akan pernah bisa sepenuhnya merdeka), kawan!

Tuesday, December 7, 2010

SUPER

Sebelumnya, saya memiliki sebuah boneka beruang SUPER BESAR bernama Caca. Tahu kan tipikal boneka beruang yang sering ada di toko boneka? Caca adalah salah satu dari boneka beruang itu, warnanya biru muda. Dengan ukurannya yang super besar itu ia menjadi sebuah boneka yang sangat menyenangkan untuk dipeluk, sangat nyaman untuk dijadikan guling, dan bahkan sangat pas untuk dijadikan bantal. Pada intinya, Caca adalah teman tidur yang menyenangkan. Rasanya bahkan sangat menyenangkan untuk masuk ke dalam kamar, melihat Caca yang berwarna biru ada di atas kasur, memanggil-manggil saya untuk segera menggapainya.
Namun karena ukurannya yang super besar itu saya jadi tidak bisa membawanya kemanapun saya pergi. Padahal, saya adalah tipe manusia yang hampir tidak bisa hidup dalam kesendirian. Terkadang bahkan saya merasa takut untuk tidur di kamar saya sendirian.

Setelahnya, saya memiliki sebuah boneka lagi bernama Bebek. Bebek adalah sebuah boneka anjing yang SUPER IMUT. Ukurannya kecil, bisa saya genggam di satu tangan. Bebek memang tidak bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk dipeluk, tidak bisa menjadi guling yang nyaman saat tidur, dan tidak bisa menjadi bantal untuk menyandarkan kepala saya. Ia terlalu kecil.
Namun karena ukurannya yang super imut itu saya bisa membawanya kemanapun saya pergi. Ia dapat dengan mudah masuk ke dalam tas yang saya bawa bepergian. Lalu saat saya tidak ada kerjaan di suatu tempat, ia bisa menjadi seorang teman yang menemani saya membunuh waktu.

Memiliki Caca yang dengan setia menunggu saya di dalam kamar memang dahsyat rasanya. Tapi, sampai pada moment saya bertemu Bebek, sesungguhnya saya tak pernah benar-benar menyadari bahwa seseorang yang selalu bisa berada di samping saya juga menimbulkan rasa yang sama dahsyatnya.
:)