Thursday, December 9, 2010

Kaca itu diciptakan untuk bisa dipecahkan, kawan!

Tak pernah ada orang yang terlahir dengan benar-benar merdeka.
Kita semua hidup di dalam dinding kaca, sebuah pembatas yang nyaris tak terlihat.
Tapi dinding itu ada, sungguh.
Di balik dinding itu kehidupan orang lain berjalan.
Rasanya memang fungsi si dinding kaca adalah untuk membatasi kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Karena kita tak bisa (atau tak boleh?) begitu saja masuk ke dalam kehidupan seseorang, dimana belum tentu orang tersebut bisa menerima kita, menyukai kita, atau sekedar memandang kita.

Maka bicaralah, dan pecahkan dinding kaca.
Ketuk pintunya, sampaikan salam pada penghuni di seberang sana.
Kalau kau beruntung, mungkin dia akan memberikan senyuman hangat.
Lalu mengajakmu duduk bersama dengan segelas kopi panas di tangan.
Lalu setelahnya kau bisa kembali pulang, ke dalam dinding kacamu.
Mungkin esok kau akan kembali.
Bicara, dan memecahkan dinding kaca sekali lagi.

Selamat datang di kehidupan (yang tak akan pernah bisa sepenuhnya merdeka), kawan!

2 comments:

raras said...

hua. keluar dari zona nyaman ya ini?
aku suka males nyapa orang duluan. hahahahahah :P

Ossy Maulita said...

sama pri. sebenere sih aku orang yang berharap si "tetangga" itu yang nyapa duluan. hahaha