Sunday, March 6, 2011

Uang Bulanan

Saya memulai kehidupan sebagai seorang mahasiswa di Bandung dengan tinggal di rumah kos yang biayanya 350rb/bulan. Secara personal saya suka sekali dengan rumah kos ini, karena saya berteman dengan orang-orang yang sangat menyenangkan. Orang-orang yang mengenalkan saya dengan berbagai hal baru, dengan berbagai pengalaman baru, dan dengan berbagai sudut pandang baru. Rumah kos saya ini berada di daerah yang cukup susah untuk dijangkau terutama jika menggunakan mobil. Untuk menuju rumah kos saya ini perlu melewati jalan yang kecil, tidak mulus, dan sangat ramai. Kemudian, karena harganya yang murah, rumah kos saya ini juga tidaklah mewah. Bahkan lantai kamar saya bukanlah lantai keramik. Alhasil, ayah saya tidak terlalu menyukai rumah kos saya yang satu ini dan selalu berusaha untuk membujuk saya pindah rumah kos.

Bosan mendengar bujukan ayah saya, akhirnya pada tahun ke 3 perkuliahan saya pindah ke rumah kos yang lain, yang harganya 700rb/bulan. Saya menempati sebuah kamar yang sangat besar disini. Namun, ternyata saya memilih rumah kos yang salah. Pertama, saya merasa tidak betah karena tidak ada televisi dan tidak ada internet (ya, tadinya saya pikir saya bisa hidup tanpa internet, totally wrong!). Kedua, setelah beberapa bulan tinggal disini, suatu hari kamar saya dimasuki maling sehingga saya kehilangan HP dan laptop. Perlu dicatat, maling tersebut bahkan tidak membobol kamar saya yang dalam keadaan terkunci. Pintu kamar saya baik-baik saja, masih dalam keadaan terkunci begitu juga dengan jendela. Pikiran pertama saya : pasti pelakunya orang dalam. Beberapa hari kemudian saya langsung mencari rumah kos lain.

Akhirnya, saya tinggal di rumah kos saya sekarang. Untuk kali ini harganya adalah 900rb/bulan. Rumahnya sangat nyaman, aman, terfasilitasi dengan lengkap, dan dengan teman-teman serumah yang cukup baik. Sampai sejauh ini saya suka rumah kos saya ini dan tidak berencana untuk pindah.

Jadi, total saya sudah tinggal di 3 rumah kos yang berbeda, dengan harga yang juga berbeda-beda. Setiap kali pindah kebetulan saya selalu mendapatkan rumah kos yang harganya lebih mahal dari yang sebelumnya. Masalahnya sekarang, saya baru menyadari bahwa uang bulanan yang dikirimkan oleh ayah saya dari tahun pertama sampai sekarang ternyata besarnya kurang lebih tetap, tidak meningkat seperti harga rumah kos saya. Jadi, kalau kita misalkan besarnya uang yang dikirimkan ayah saya setiap bulan adalah 10 juta, lalu saya gunakan untuk membayar kos sebesar 350 ribu, berarti saya masih punya 9.650.000 untuk biaya hidup selama sebulan. Kemudian, saat saya tinggal di rumah kos kedua, berarti saya masih memiliki 9.300.000 sebagai biaya hidup. Sekarang, saat saya tinggal di rumah kos seharga 900 ribu/bulan berarti saya hanya memiliki 9.100.000 sebagai biaya hidup.

Dengan contoh uang bulanan saya sebesar 10 juta sepertinya ini memang bukan masalah besar. Sayangnya, uang bulanan saya tidaklah mencapai 10 juta, bahkan tidak mencapai setengahnya. Jadilah masalah pembayaran kos ini menjadi kenyataan pahit yang harus saya tanggung setiap bulan. Licik sekali kau, babe! Aaaaah

No comments: