Thursday, May 19, 2011

Grow old with me, would you?

I wanna make you smile whenever you're sad. 
Carry you around when your arthritis is bad. 
Oh, all I wanna do is grow old with you.
I'll get your medicine when your tummy aches. 
Build you a fire if the furnace breaks. 
Oh, It could be so nice to grow old with you.
I'll miss you, kiss you. 
Give you my coat when you are cold. 
Need you, feed you. 
Even let you hold the remote control. 
So let me do the dishes in the kitchen sink. 
Put you to bed when you've had too much to drink. 
Oh, I could be the man who grows old with you.
I wanna grow old with you.

Sewaktu jaman saya bocah (TK-SD) dulu saya punya sahabat baik, yang kebetulan adalah tetangga sebelah rumah persis. Laki-laki, lebih muda 2 tahun dari saya. Setiap hari saya bermain dengan si teman saya ini, dari mulai main tanah, petak umpet, lari-lari keliling kebon belakang rumah, sampai main boneka. Sekian banyak siang kami habiskan di atas pohon depan rumah saya, dan sekian banyak sore kami habiskan berkeliling naik sepeda.
Dulu, rasanya dia adalah dunia saya. Saya tumbuh besar bersama dia, dan dia berkembang bersama saya. We grow old together.

Semakin beranjak besar ternyata dia semakin menjauh dari dunia saya. Kami beda sekolah, dia pindah rumah, lalu kami memiliki dunia masing-masing. Kami menjadi orang asing, kami tumbuh dalam lingkungan yang berbeda. Setelahnya, saya terus memasuki lingkungan yang berbeda. Saat masuk SMP, tidak banyak teman SD yang masuk ke SMP yang sama dengan saya. Saat masuk SMA yang letaknya di kota berbeda, lebih sedikit lagi teman SMP yang masuk ke SMA yang sama dengan saya. Saat akhirnya menjadi mahasiswa, di jurusan saya hanya berdua dengan salah satu teman SMA, dan itu pun buka teman baik saya.

Katakanlah dalam setiap fase perkembangan hidup saya selalu memasuki lingkungan yang baru, lingkungan yang asing. Sekarang baru saya terpikir, bagaimana ya kalau nanti saya tua? Akankah saya menjalani hari-hari tua dengan manusia-manusia yang telah lama mengenal saya? Atau lingkaran lingkungan baru yang asing itu akan terus terjadi?

Pada akhirnya, saat semakin dewasa dan akhirnya menua nanti, saya cuma tidak mau menjadi orang asing. Saya mau kembali ke fase menghabiskan sekian siang di atas pohon di depan rumah dan menghabiskan sekian sore berkeliling naik sepeda dengan orang-orang yang sama.

Would it be nice to grow old with no strangers?

No comments: