Saturday, December 3, 2011

Don't guess, ask.

Seringkali, kita terlalu disibukkan dengan pikiran masing-masing.
Pikiran yang bisa bercabang kemana saja kapan saja dan bisa menghasilkan apa saja.

Hasilnya?
Kita terlalu disibukkan dengan pikiran kita itu, memuat asumsi demi asumsi yang semakin lama berkembang menjadi kesimpulan dalam pikiran kita sendiri.
Terkadang kita lupa untuk bertanya, karena merasa sudah memiliki jawabannya.
Terkadang kita berlindung di balik pembelaan "sudah berpikir masak-masak" sementara yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah keinginan untuk bertanya.
Asumsi bukan kesimpulan.
Dan ada banyak hal mengenai manusia yang tidak bisa dianggap benar kalau baru sampai tahap asumsi hasil pikiran subjektif.

Pertanyaan sederhana seperti,
Apa kabar?
Menurutmu gimana?
Apa yang kamu rasakan?
Terkadang justru menjadi pertanyaan yang paling sulit untuk dilontarkan, bagi mereka yang sudah merasa tahu jawabannya.

The point is,
How do you know that your own answer is right if you don't even bother to ask?