Wednesday, July 18, 2012

Bebas?


Saya suka sekali dengan iklan 3 yang terbaru ini. Ada 2 versi, dan saya suka kedua-duanya. Menohok sekali ke kehidupan sosial sekitar kita, yang entah pernah berapa kali saya katakan, terkadang memang terlalu menuntut.

Terlepas dari benar dan salah, bagi saya kata-kata "menuntut" itu sendiri sudah menjadi sebuah beban tersendiri. Ibaratnya nih, kalau kehidupan sosial sekitar kita itu punya mata (dan well, memang punya sih) maka semua tindakan yang kita ambil, semua pilihan yang kita buat, semua langkah yang kita jalani, akan terus diamati oleh mata-mata tersebut. Persis begitu kan rasanya hidup di lingkungan sosial masyarakat kita? Seperti diamati. Melangkah dengan cemas, menunggu untuk dihakimi saat "salah" mengambil langkah.

Ironisnya, saya percaya semua orang dari semua lapisan sosial di kehidupan kita menginginkan yang terbaik untuk kehidupan kita. Niat mereka baik kok, untuk memastikan kita menghidupi kehidupan yang baik saat ini hingga di masa depan nanti, untuk menjaga kita tetap berada di norma sosial yang berlaku. Balik lagi kan ujung-ujungnya ke norma sosial. Ah ya sudahlah.


Kebebasan itu, omong kosong.
Katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih di bawah lutut.
Hidup ini singkat, mumpung masih muda nikmati sepuasnya.
Asal, jangan lewat dari jam 10 malam.
Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku.
Asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik..
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.
Asal, ikutin pilihan yang ada.



Kebebasan itu, omong kosong.
Katanya bebas berteman dengan siapa aja, asal orang tua suka.
Katanya jadi laki-laki itu jangan pernah takut gagal.
Tapi juga jangan bodoh untuk ambil resiko, mendingan kerja dulu cari pengalaman.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tangan.
Asalkan dari keluarga terpandang, nggak cuma cantik tapi juga santun, berpendidikan..
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.
Asal, ikutin pilihan yang ada.

No comments: